Dana TKD 2026 Dipulangkan, Padang Fokus Perbaikan Infrastruktur Pascabencana
- 15 Apr 2026 13:40 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah pusat memulangkan dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 kepada Pemerintah Kota Padang. Dana tersebut sebesar Rp371 miliar dan akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan mitigasi bencana di berbagai wilayah kota.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa, 14 April 2026.
“Pastikan seluruh anggaran digunakan tepat sasaran, sesuai prioritas dan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Fadly. Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja secara terukur dan efektif.
Sejumlah program prioritas akan dibiayai melalui dana tersebut. Di antaranya pembangunan pembatas Tempat Pemakaman Umum (TPU), rekonstruksi pagar, serta perbaikan drainase tersier di bantaran sungai.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan perbaikan drainase limbah hingga ke wilayah hulu. Pengadaan alat berat dan armada juga menjadi perhatian untuk mendukung mitigasi kekeringan dan kebersihan kota.
Fadly menekankan bahwa setiap alokasi anggaran harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia meminta perangkat daerah memastikan efektivitas seluruh program yang dijalankan.
Selain pembangunan fisik, perhatian juga diberikan pada penyaluran bantuan kebencanaan berbasis by name by address. Pemerintah kota juga akan mengecek bantuan untuk sektor pertanian yang terdampak bencana.
Penambahan material lampu penerangan jalan umum (PJU) dan jaringan listrik juga menjadi bagian dari program. Fokus ini ditujukan untuk wilayah yang terdampak banjir pada akhir 2025 lalu.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyampaikan bahwa seluruh usulan program akan dievaluasi secara ketat. Pengawasan dilakukan untuk memastikan anggaran dikelola secara akuntabel.
“Pascabencana, fokus kita bukan hanya memperbaiki, tetapi membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya. Ia menegaskan pembangunan harus lebih tahan terhadap risiko bencana di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....