BMKG Ingatkan Pentingnya Mitigasi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai

  • 09 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ancaman gempa megathrust Mentawai masih menjadi perhatian serius di Sumatera Barat, sehingga upaya mitigasi terus diperkuat oleh berbagai pihak. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tersebut.

Menurut Suaidi, pembelajaran dari gempa di Maluku Utara yang terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 menunjukkan sistem peringatan dini BMKG saat ini sudah semakin akurat dan mendekati kondisi riil di lapangan. Hal ini menjadi bukti bahwa teknologi dan pemodelan yang dimiliki BMKG mampu memberikan informasi yang tepat terkait potensi tsunami kepada masyarakat.

Namun demikian, Suaidi menekankan keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada respons masyarakat terhadap peringatan dini. Ia menilai rantai komunikasi dari BMKG hingga ke masyarakat harus berjalan efektif agar evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

“Untuk wilayah Mentawai, ada dua sumber potensi gempa, yakni zona megathrust dan Sesar Mentawai yang sama-sama aktif. Potensi gempa di megathrust bahkan bisa mencapai magnitudo 8,9, sementara Sesar Mentawai mencapai magnitudo 7,9 yang keduanya berpotensi menimbulkan tsunami,” kata Suaidi Ahadi, Kamis, 9 April 2026.

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak panik namun harus memahami risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan melalui latihan evakuasi mandiri. Edukasi kebencanaan secara rutin, termasuk di sekolah dan komunitas, dinilai penting untuk meminimalisir dampak bencana.

Suaidi juga menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas pendukung seperti sirine peringatan dini yang telah tersedia di Sumatera Barat. “Keberadaan sirine ini dapat membantu masyarakat dalam merespons cepat potensi ancaman tsunami,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk rutin mengikuti simulasi kebencanaan dan memanfaatkan teknologi, seperti aplikasi Info BMKG guna memperoleh informasi resmi dan akurat. “Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan risiko korban akibat potensi gempa dan tsunami di wilayah Mentawai dapat diminimalisir,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....