Pemko Padang Bentengi Generasi Muda melalui Penguatan Spritual

  • 03 Mar 2026 00:50 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempertegas komitmen dalam membentengi generasi muda dari ancaman sosial melalui penguatan basis spiritual di seluruh rumah ibadah. Langkah ini menjadi strategi krusial untuk menekan angka tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang kian mengkhawatirkan di era digital.

“Melalui kegiatan Pembinaan Rohani BNKP Padang tahun 2026 yang diikuti 423 pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK, Pemko Padang menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan selaras dengan ketahanan mental dan iman. Hal ini sangat penting,” kata Wali Kota Padang, Fadly Amran, Senin, 2 Maret 2026.

Fadly menyampaikan ketaatan pada ajaran agama merupakan fondasi utama dalam menjaga ketertiban masyarakat. Menurutnya, karakter yang tangguh tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan melalui pembiasaan ibadah yang konsisten.

"Jika iman anak-anak kita kuat, saya yakin tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas bisa kita tekan. Ketaatan pada ajaran agama menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman," ujarnya.

Selain penguatan rohani, isu disiplin digital menjadi sorotan utama. Fadly mengingatkan orang tua teknologi tanpa pengawasan dapat menjadi pintu masuk bagi pengaruh negatif.

Ia menekankan pentingnya penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yang mencakup pengaturan waktu penggunaan gawai. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak terjebak dalam penggunaan gadget hingga larut malam yang dapat merusak pola pikir dan kedisiplinan mereka.

Sebagai langkah konkret, Kota Padang terus mengembangkan program unggulan Smart Rumah Ibadah. Program ini dirancang inklusif, tidak hanya menyasar masjid (Smart Surau), tetapi juga gereja, wihara, dan rumah ibadah lainnya secara serentak.

Dalam implementasinya, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan setara, termasuk pemetaan Guru Agama dan Dinas Pendidikan dengan telah diinstruksikan untuk mendata kebutuhan riil guru agama Kristen di sekolah-sekolah guna menjamin hak pendidikan agama setiap siswa sesuai regulasi yang berlaku. Selanjutnya, Integrasi Kurikulum Spiritual, di saat siswa muslim mengikuti Pesantren Ramadan, siswa pemeluk agama lain secara bersamaan melaksanakan pembinaan rohani dan pastoral di rumah ibadah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....