Kalaksa BPBD Padang: Sebagian Besar Kebakaran Dipicu Faktor manusia
- 01 Mar 2026 12:08 WIB
- Padang
MRRI.CO.ID, Padang- Meski wilayah hutan di Kota Padang tidak terlalu luas, potensi kebakaran hutan dan lahan tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih dalam dua tahun terakhir, sejumlah kejadian kebakaran tercatat terjadi di beberapa titik, terutama saat musim kemarau melanda.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebutkan bahwa karakteristik wilayah Padang berbeda dengan daerah lain yang memiliki kawasan hutan luas untuk perladangan. Namun demikian, tetap ada beberapa titik rawan.
Menurut Hendri, sebagian besar kebakaran dipicu oleh faktor manusia. Puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga api unggun yang tidak dipadamkan dengan benar menjadi penyebab utama. Kondisi lahan yang kering saat musim panas membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
“Kalau Padang itu, hutannya itu tidak terlalu banyak. Cuma ada daerah peladangan, seperti di Bungus Teluk Kabung dan Lumbung Minturun. Dalam setahun dua tahun ini memang terjadi juga kebakaran, tetapi itu lebih disebabkan kelalaian,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.
Ia menjelaskan, angin kencang menjadi tantangan tersendiri di Kota Padang. Api yang awalnya kecil bisa membesar ketika terbawa angin, bahkan saat turun hujan disertai angin. Situasi ini membuat proses pemadaman menjadi lebih kompleks dan membutuhkan respons cepat dari tim gabungan.
“Kalau titik panas sebenarnya tidak ada yang signifikan. Tapi hutan lindung harus tetap kita jaga, seperti di kawasan Taman Raya Bung Hatta. Tahun kemarin sempat terjadi kebakaran yang cukup besar di sana dan itu cukup sulit dipadamkan,” katanya.
Kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta menjadi salah satu area yang mendapat perhatian khusus. BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan, terutama pada musim kemarau, dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....