Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi Harapkan Pembangunan Sumur Bor

  • 08 Feb 2026 20:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Dua bulan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kota Padang pada November 2025 lalu, sebagian warga masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini dirasakan warga di sejumlah kawasan terdampak bencana hidrometeorologi.

Salah seorang warga Jati, Kota Padang, Puput mengaku aliran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum kembali normal hingga saat ini. Menurutnya, air PDAM tidak mengalir ke rumahnya sejak Selasa, 25 November 2025.

“Sejak hari itu sampai sekarang air tidak mengalir sama sekali ke rumah kami. Kondisi tersebut menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Puput, Selasa, 3 Februari 2026. 

Puput menjelaskan, bantuan air bersih yang disalurkan oleh pemerintah maupun relawan belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di lingkungannya. Ia menyebut kebutuhan air bersih masih sangat tinggi, terutama untuk memasak dan mandi.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan sumur bor di wilayah tempat tinggalnya sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, perbaikan layanan air bersih hingga kini masih belum maksimal.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Padang, Raf Indria, mengatakan pemerintah kota telah membangun 15 sumur bor di daerah terdampak bencana. Pembangunan tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Pembangunan sumur bor difokuskan pada wilayah yang tidak terlayani PDAM atau hanya mengandalkan irigasi dan sumur mandiri yang mengalami kekeringan. Pemerintah akan terus menambah titik sumur bor sesuai kondisi tanah dan ketersediaan air serta mengimbau warga untuk saling berbagi air bersih,” kata Raf Indria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....