Dua Bulan Pascabencana, Krisis Air Bersih Masih Terjadi

  • 31 Jan 2026 11:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Warga Kota Padang masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan layanan air bersih hingga dua bulan pascabencana hidrometeorologi. Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilaporkan belum kembali normal di sebagian wilayah sejak banjir bandang dan longsor melanda November 2025 lalu.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Warga terpaksa bergantung pada bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah dan relawan.

Salah seorang warga Jati, Kota Padang, Puput mengatakan air PDAM tidak mengalir ke rumahnya sejak 25 November 2025. Pernah sempat hidup tanggal 23 Januari yang lalu, tapi air yang hidup sangat kecil dan tidak bisa ditampung.

“Sudah dua bulan ini air PDAM tidak mengalir sama sekali ke rumah kami. Kemarin sudah senang bisa hidup 3 hari, tapi airnya kecil tidak bisa ditampung,” kata Puput, Sabtu, 31 Januari 2026.

Puput menyebut, warga sekitar memanfaatkan bantuan air bersih yang disalurkan menggunakan mobil tangki. Namun, bantuan tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan karena pendistribusiannya tidak dilakukan secara rutin.

Hal serupa juga dirasakan Trisna, warga Kampung Dalam, Simpangharu, yang mengaku tidak mendapatkan aliran air PDAM sejak 27 November 2025. Ia mengatakan warga hanya mengandalkan bantuan tendon air dari pemerintah.

Menurut Trisna, ukuran tandon air yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan warga di lingkungan tersebut. “Tandon yang ada kecil, jadi cepat habis dan tidak cukup untuk semua warga,” ujarnya.

Ia berharap perbaikan jaringan air bersih dari PDAM segera rampung agar layanan kembali normal. Selain itu, ia juga berharap wilayah tempat tinggalnya dapat dipertimbangkan sebagai penerima bantuan sumur bor dari pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....