Endapan Lumpur di Muara Ulak Karang Hambat Aktivitas Nelayan
- 17 Jun 2026 05:32 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pascabencana banjir bandang yang terjadi tujuh bulan lalu, nelayan di kawasan Muara Ulak Karang tepatnya di Kelurahan Ulak Karang Utara, Kota Padang, masih menghadapi dampak serius berupa pendangkalan alur sungai. Endapan lumpur yang menumpuk di tepi hingga bagian tengah sungai menghambat perahu nelayan untuk keluar masuk muara.
Nelayan Kelurahan Ulak Karang Utara, Afrizal, mengatakan pendangkalan terjadi di sepanjang jalur dari muara hingga kawasan Jembatan Air Tawa. Menurutnya, perahu kerap tersangkut saat melewati alur sungai akibat dasar perairan yang semakin dangkal.
“Kalau pasang surut, perahu sering menyangkut dari muara sampai Jembatan Air Tawar. Kami terpaksa mendorong perahu secara manual atau bahkan membatalkan aktivitas melaut,” ujar Afrizal, Selasa 16 Juni 2026.
Afrizal menjelaskan, kondisi tersebut membuat aktivitasnya menjadi semakin sulit, terutama saat air surut. Banyak perahu kandas sebelum mencapai laut lepas sehingga nelayan terpaksa menunda keberangkatan maupun kepulangan.
Afrizal menjelaskan untuk mensiasatinya, nelayan kini harus menyesuaikan jadwal melaut dengan kondisi pasang surut air. Jika sebelumnya mereka dapat berlayar dan kembali dengan lebih leluasa, kini waktu keberangkatan dan kepulangan harus menunggu air pasang agar perahu tidak kandas.
Afrizal mengatakan pemerintah telah melakukan pengerukan di sejumlah titik yang mengalami pendangkalan. Namun, ia berharap pengerukan dapat dilakukan secara menyeluruh karena sedikitnya puluhan kapal dan ratusan kepala keluarga nelayan bergantung pada akses jalur tersebut.
“Harapan kami pemerintah segera menggali alur sungai supaya pelayaran lancar dan nelayan bisa kembali bekerja,” katanya. Ia menegaskan, normalisasi alur sungai menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat pulih sepenuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....