TKD Dipulihkan, Percepat Pemulihan Ekonomi Sumbar Pascabencana

  • 28 Jan 2026 16:53 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah pusat mengembalikan kebijakan transfer ke daerah (TKD) untuk Sumatera Barat sesuai dengan alokasi tahun 2025. Pengamat Ekonomi Universitas Negeri Padang, Dr. Alpon Satrianto mengapresiasi kebijakan ini, karena dinilai mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Ia mengatakan, pemulihan TKD menjadi harapan utama pemerintah daerah dan masyarakat, mengingat keterbatasan sumber bantuan lain. Dana tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan pembangunan Sumatera Barat ke kondisi sebelum bencana, sekaligus memulihkan sektor-sektor vital yang terdampak.

Menurutnya, prioritas penggunaan dana transfer daerah harus difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sekolah, perumahan, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan. Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM juga menjadi sektor penting agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.

“Nilai TKD yang mencapai lebih dari Rp2,63 triliun dinilai menjadi angin segar bagi fiskal daerah. Pemulihan TKD dinilai mampu menahan potensi perlambatan ekonomi Sumatera Barat pada 2026” kata Dr. Alpon Satrianto, Rabu 28 Januari 2026.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut tentu berdampak pada penyesuaian perencanaan pembangunan daerah. Program yang telah disusun sebelumnya perlu diselaraskan dengan kondisi pascabencana, tanpa harus mengganti seluruh rencana yang ada. 

“Karena daerah kita ini mengalami bencana itu berulang-ulang bahkan banjir, longsor atau gempa. Tentu dalam proses penyusunan perencanaan berbagai OPD dan perencanaan pembangunan Sumbar ke depan itu harus memasukkan yang namanya unsur pencegahan bencana atau mitigasi bencana,” ujarnya.

Pasalnya, bencana hidrometeorologi berdampak pada 13 kabupaten dan kota, dengan empat daerah terdampak paling parah yakni Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan. Pengawasan dan evaluasi penggunaan dana, serta memasukkan unsur mitigasi bencana dalam perencanaan pembangunan ke depan, dinilai penting agar manfaat TKD dapat dirasakan secara maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....