171 Rumah Terdampak dan Ratusan Warga Mengungsi akibat Banjir di Tanah Datar

  • 15 Mei 2026 08:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Data sementara bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tanah Datar pada 12 Mei 2026 mencatat sedikitnya 171 rumah terdampak yang tersebar di empat kecamatan, dengan total pengungsi mencapai puluhan kepala keluarga. Data itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda yang digelar di Indojolito Batusangkar, Kamis 14 Mei 2026.

Kerusakan terberat terjadi di Kecamatan Lintau Buo, dengan 78 rumah terdampak, dua warung hanyut, dan satu sepeda motor ikut terseret arus. Sebanyak 12 kepala keluarga atau 51 jiwa terpaksa mengungsi, sementara 91 kepala keluarga lainnya sempat terisolir akibat putusnya akses jalan dan jembatan.

Di Kecamatan Tanjung Emas, 54 rumah dan dua kedai dilaporkan terdampak banjir, dengan 10 warga yang harus dievakuasi. Kecamatan Lintau Buo Utara mencatat 33 rumah terdampak dengan empat kepala keluarga atau 15 jiwa mengungsi.

Sementara diKecamatan Padang Ganting, enam rumah terdampak disertai longsor pada badan jalan di Nagari Rajo Dani dan Koto Gadang Hilir, serta meluapnya aliran Batang Sungai Pagie.

Kerusakan infrastruktur jalan juga terjadi di dua kecamatan lainnya. Di Kecamatan Sungai Tarab, badan jalan terban akibat longsor di Nagari Pasie Laweh, sedangkan di Kecamatan Salimpaung dilaporkan terjadi longsor dan pohon tumbang yang menutup badan jalan.

Merespons situasi tersebut, Bupati Tanah Datar, Eka Putra menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, terhitung 13 hingga 26 Mei 2026. Posko Utama dipusatkan di kantor BPBD Tanah Datar, dengan posko pendukung di kantor camat masing-masing kecamatan terdampak serta posko tambahan di timbangan Nagari Taluak, Lintau Buo.

Eka Putra juga mengimbau masyarakat adanya potensi bencana susulan dari hulu sungai yang bersumber dari Gunung Sago dan meminta BPBD serta Dinas PU segera meninjau kondisi di sana. "Kepada BPBD dan PU segera tinjau keadaan hulu sungai yang bersumber dari Gunung Sago, karena informasinya di sana juga ada penumpukan sedimen dan lumpur, sehingga berpotensi hanyut ketika hujan lebat kembali terjadi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....