Pemkab Tanah Datar Siapkan Dua Skema Hunian bagi Korban Banjir di Empat Kecamatan

  • 15 Mei 2026 13:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bupati Eka Putra memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tidak akan membiarkan warga terdampak banjir kehilangan tempat tinggal tanpa solusi. Saat menyisir lokasi bencana di Kecamatan Lintau Buo, Kamis 14 Mei 2026, ia memaparkan dua pilihan penggantian hunian bagi korban di empat kecamatan yang rumahnya hancur total maupun mengalami kerusakan berat akibat bencana tanggal 12 Mei lalu itu.

Eka Putra menjelaskan skema pertama adalah hunian tetap terpadu, di mana lahan dan bangunan rumah sepenuhnya disiapkan oleh pemerintah. Skema kedua adalah metode mandiri, di mana warga menyiapkan lahan sendiri sementara biaya pembangunan rumah ditanggung pemerintah.

"Kami menawarkan dua metode, yaitu hunian tetap, yakni lahannya disiapkan pemerintah dan rumahnya dibangun pemerintah. Kedua metode mandiri, yaitunya lahan dari warga bangunan dari pemerintah," ujar Eka Putra.

Eka Putra memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut meski kerusakan materiil cukup signifikan. "Meskipun tidak ada korban jiwa, dari pantauan di lapangan dan laporan dari dinas terkait ada beberapa rumah yang hanyut dan juga rusak sedang hingga berat," ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Datar yang dirilis melalui media sosial resmi pada 15 Mei 2026, tercatat sebanyak empat rumah hanyut, 19 rumah rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan 107 rumah rusak ringan akibat banjir tersebut. Selain itu, sebanyak 340 kepala keluarga terdampak dan 58 warga terpaksa mengungsi.

Lebih lanjut, Eka Putra menjelaskan pemerintah daerah telah mendirikan dua posko darurat bencana sebagai pusat koordinasi dan distribusi bantuan. Bantuan mendesak berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya juga telah mulai disalurkan.

"Kami dari Pemda telah turun langsung ke lapangan memastikan keselamatan warga dan kami juga memberikan bantuan mendesak kepada masyarakat seperti sembako dan lainnya," ujarnya.

Proses pembersihan material banjir di permukiman warga menjadi prioritas berikutnya yang sedang dikebut pemerintah daerah. Tim Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar telah lebih dulu diterjunkan, dengan bantuan satu pleton TNI yang dijadwalkan tiba keesokan harinya.

"Pembersihan material tadi saya lihat sudah disemprot oleh tim pemadam dan besok akan dibantu dari Batalyon Pandeka Gunung Marapi satu pleton. Mudah-mudahan sangat membantu untuk membersihkan rumah-rumah yang terkena banjir," ujar Eka Putra.

Penanganan bencana dilakukan dalam kerangka masa tanggap darurat yang ditetapkan selama 14 hari, terhitung 13 hingga 26 Mei 2026. Posko Utama berada di kantor BPBD Tanah Datar, sementara posko di tingkat kecamatan ditempatkan di kantor camat masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....