Update Bencana Tanah Datar: 7 Kecamatan Terdampak, 58 Jiwa Mengungsi

  • 15 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 58 warga Kabupaten Tanah Datar kini berada di pengungsian akibat rentetan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah tersebut. Hingga Jumat, 15 Mei 2026 pagi, Tim Gabungan mencatat total 340 kepala keluarga di 16 nagari terdampak langsung oleh bencana yang tersebar di 7 kecamatan.

Tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru. Sementara 16 nagari yang terimbas bencana adalah Buo, Taluak, Tigo Jangko, Pangian, Batu Bulek, Lubuak Jantan, Tajuang Bonai, Balai Tangah, Tepi Selo, Saruaso, Koto Tangah, Tanjung Barulak, Padang Ganting, Supayang, Pasie Laweh, dan Barulak. Bencana dipicu hujan lebat yang mengguyur sejak sore hingga malam pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kerusakan infrastruktur yang tercatat cukup masif. Sebanyak 12 ruas jalan rusak berat dan 12 ruas lainnya rusak ringan, sementara enam unit jembatan putus, satu unit rusak berat, dan dua unit rusak sedang. Kerusakan juga menimpa 15 jaringan irigasi, tiga unit damparit, dan sembilan unit pompa atau kincir air.

Sektor permukiman menjadi yang paling parah terdampak. Data mencatat empat unit rumah hanyut, 19 unit rusak berat, 11 unit rusak sedang, dan 104 unit rusak ringan. Selain itu, tiga unit sekolah dan 10 unit rumah ibadah turut mengalami kerusakan, sementara satu unit kendaraan roda dua dan tujuh unit kendaraan roda empat dilaporkan hanyut terbawa arus.

Sektor pertanian dan peternakan juga tak luput dari dampak bencana. Lahan pertanian yang terdampak mencakup sawah seluas 198,28 hektare dan ladang seluas 1,92 hektare, dengan 23 unit usaha UMKM ikut terdampak. Di sektor peternakan, satu ekor sapi atau kerbau, dua ekor kambing, dan 2.325 ekor ayam atau itik dilaporkan mati atau hanyut, serta 59 kolam ikan turut terdampak banjir.

Pemerintah menegaskan angka-angka tersebut sewaktu-waktu dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pendataan menyeluruh terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur OPD terkait di lingkungan Pemkab Tanah Datar.

Sementara itu, proses pembersihan material banjir di rumah-rumah warga telah dimulai sejak Kamis 14 Mei 2026 dengan melibatkan tim Damkar dan BPBD. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, saat mengunjungi lokasi banjir di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, mengatakan bantuan tenaga tambahan dari unsur militer segera diturunkan untuk mempercepat proses tersebut.

"Pembersihan material tadi saya lihat sudah disemprot oleh tim pemadam dan besok akan dibantu dari Batalyon Pandeka Gunung Marapi satu pleton. Mudah-mudahan sangat membantu untuk membersihkan rumah-rumah yang terkena banjir," ujar Eka Putra, Kamis 14 Mei 2026.

Data tersebut bersumber dari Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan masih bersifat sementara. Pemerintah daerah menegaskan angka-angka tersebut sewaktu-waktu dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini tengah menjalankan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung 13 hingga 26 Mei 2026, dengan posko utama dipusatkan di kantor BPBD Tanah Datar dan posko pendukung di kantor camat masing-masing kecamatan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini tengah menjalankan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung 13 hingga 26 Mei 2026. Posko utama penanganan bencana dipusatkan di kantor BPBD Tanah Datar, dengan posko pendukung di kantor camat masing-masing kecamatan terdampak untuk mempercepat distribusi bantuan kepada warga yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....