Pangek Pisang, Kuliner "Raja-Raja" Solok Selatan Hadir di RRI Fest Padang
- 08 Sep 2026 01:14 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Puluhan UMKM di Kota Padang ikut menyemarakkan kegiatan RRI Fest 2026 yang berlangsung dari tanggal 3-6 September 2026. Di antara deretan UMKM ini ada pemandangan menarik, salah satu kuliner tradisional khas Muaralabuh, Kabupaten Solok Selatan, mencuri perhatian para pengunjung. Kuliner tersebut adalah Pangek Pisang, hidangan bercita rasa gurih dan manis yang diproduksi oleh UMKM lokal berlabel Dapur Ayek.
Berbeda dari pangek pada umumnya di Padang yang identik dengan olahan ikan asin atau pedas, Pangek Pisang menyajikan sensasi rasa yang unik. Cita rasa manis alami yang didapatkan dari buah pisang berpadu dengan gurihnya kuah santan.
Pemilik Dapur Ayek, Adel, kepada RRI pada Sabtu 6 September 2026 mengungkapkan bahwa Pangek Pisang bukanlah makanan sembarangan. Di daerah asalnya, dahulu hidangan ini tergolong istimewa dan langka karena tidak diperjualbelikan secara bebas.
"Di Muaralabuh, masakan ini tidak diperjualbelikan. Ini sebenarnya makanan para raja-raja yang hanya dikeluarkan saat acara adat besar atau resepsi pernikahan," ujar Adel selaku owner.
Memulai usahanya sejak Juni lalu, Dapur Ayek tidak hanya menyajikan Pangek Pisang. Untuk menyesuaikan selera pengunjung yang tidak mengonsumsi santan, mereka juga menyediakan varian Sanok Gula Merah (olahan pisang dengan kuah gula merah) serta Tumbang Pisang. Harga per porsi Pangek Pisang dan Sanok seharga Rp15.000 dan Tumbang Pisangnya Rp10.000.
Sebagai strategi daya tarik dan branding usaha ini dinamakan “Dapur Ayek”. Kata Ayek diambil dari bahasa lokal Muaralabuh yang berarti "nenek". Nama unik ini kerap memicu rasa penasaran calon pembeli sehingga menjadi peluang untuk mempromosikan kebudayaan Solok Selatan.
Mengenalkan kuliner tradisional baru di Kota Padang tentu saja memiliki berbagai tantangan. Banyak masyarakat yang mengira makanan ini memiliki rasa pedas. Namun, berkat edukasi langsung di lapangan dan promosi, respons masyarakat berubah sangat positif.
"Tantangannya memang karena orang belum tahu, dikira pedas. Tapi lambat laun Alhamdulillah pada suka, bahkan sekarang sudah punya pelanggan tetap," tambahnya.
Sebelum hadir di RRI Fest, Dapur Ayek aktif berjualan setiap hari Minggu di area Car Free Day (CFD) depan Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat. Produk mereka juga sempat laris manis pada gelaran Hari Jadi Kota Padang beberapa waktu lalu. Popularitas usaha ini turut dibantu oleh promosi dari influencer lokal.
Melalui partisipasi di gelaran RRI Fest, Dapur Ayek berharap event seperti ini terus digalakkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
Ke depan, setelah fokus menggaet pasar secara langsung dan menambah variasi menu, Dapur Ayek menargetkan pengembangan promosi digital melalui media sosial serta membuka gerai atau toko fisik sendiri pada tahun depan. (*magang/Nadia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....