Uniknya Kuliner Ampiang Dadiah dari Ranah Minang
- 26 Mei 2026 14:45 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Salah satu kuliner tradisional khas Minangkabau yang memadukan cita rasa gurih, manis dan segar dalam satu sajian sederhana adalah ampiang dadiah. Kuliner ini merupakan kombinasi dua bahan, yakni dadiah yang terbuat dari fermentasi susu kerbau dan ampiang beras ketan yang ditumbuk sehingga menghasilkan keunikan dan nilai budaya tinggi bagi masyarakat khususnya Minangkabau.
Dalam proses pembuatannya, susu kerbau segar dimasukkan ke dalam ruas bambu, lalu ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan selama satu hingga dua hari dan mengalami fermentasi alami sehingga menghasilkan dadiah bertekstur lembut dengan rasa asam yang khas. Sementara itu, beras ketan disangrai lalu ditumbuk hingga pipih dan terakhir kedua bahan tersebut kemudian disajikan bersama gula aren cair atau santan untuk menambah kenikmatan rasa.
Di berbagai daerah di Sumatera Barat, ampiang dadiah sering dijadikan menu sarapan tradisional yang biasanya dinikmati pagi hari karena rasanya ringan namun cukup mengenyangkan. Dikutip dari wikipedia.com, beberapa penelitian menyebutkan dadih mengandung bakteri baik yaitu asam laktat (Lactobacillus casei) sebagai probiotik, yang berfungsi dalam pembentukan tekstur dan cita rasa.
Selain itu, kandungan probiotik mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti mencegah enterik bakteri patogen, menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, mencegah kanker usus, antimutagen, antikarsinogenik dan meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu, makanan tradisional ini tidak hanya digemari karena cita rasanya, tetapi juga karena manfaat kesehatannya.
Ampiang dadiah memiliki nilai budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau yang sering hadir dalam acara adat, pertemuan keluarga, maupun kegiatan masyarakat lainnya jadi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Hingga kini, banyak masyarakat yang tetap mempertahankan cara pembuatan tradisional agar cita rasa dan nilai historisnya tidak hilang oleh perkembangan zaman.
Saat ini telah banyak rumah makan tradisional di Sumatera Barat yang menjadikan makanan ini sebagai menu andalan. Namun meski mengalami berbagai variasi, cita rasa asli ampiang dadiah tetap menjadi daya tarik utamanya.
Sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara, ampiang dadiah patut dijaga dan dilestarikan. Menjaga keberadaan ampiang dadiah, masyarakat tidak hanya mempertahankan kekayaan kuliner daerah, tetapi juga melestarikan identitas budaya Minangkabau yang penuh nilai sejarah dan tradisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....