Perlukah Membatasi Makanan Berbahan Dasar Gluten?

  • 30 Sep 2026 16:06 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Makanan berbahan dasar gandum seperti roti, mi, pasta dan kue semakin mudah ditemukan dalam menu sehari-hari. Namun, muncul anggapan bahwa membatasi atau menghindari gluten selalu lebih sehat, padahal kebutuhan untuk menjalani pola makan bebas gluten sangat bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing orang.

Gluten merupakan protein yang secara alami terdapat pada gandum, jelai atau barley, dan rye. Bagi penderita penyakit celiac, konsumsi gluten dapat memicu respons sistem kekebalan tubuh yang merusak lapisan usus halus sehingga gluten harus dihindari secara ketat.

Penderita celiac disease perlu menjalani pola makan bebas gluten dalam jangka panjang untuk mencegah gejala dan kerusakan usus kembali terjadi. Makanan yang umumnya perlu dihindari antara lain roti, pasta, kue dan berbagai produk yang menggunakan gandum, barley atau rye sebagai bahan maupun turunannya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak memiliki penyakit celiac atau gangguan terkait gluten, tidak ada keharusan untuk menghilangkan gluten dari pola makan. NIDDK menyebut belum ada bukti bahwa pola makan bebas gluten membuat orang sehat menjadi lebih sehat atau otomatis membantu menurunkan berat badan.

Bahkan, menghindari gluten tanpa perencanaan dapat membuat seseorang kehilangan sejumlah zat gizi yang biasanya diperoleh dari produk berbahan gandum. NIDDK mengingatkan bahwa pola makan bebas gluten yang tidak direncanakan dapat menyebabkan asupan serat, zat besi dan kalsium menjadi kurang, sementara beberapa produk bebas gluten kemasan justru dapat mengandung lebih banyak lemak atau gula.

Karena itu, apabila seseorang ingin mengurangi makanan berbahan gluten, pilihan yang lebih tepat adalah tetap memperhatikan kualitas keseluruhan pola makan. Sumber karbohidrat alami yang tidak mengandung gluten seperti nasi, kentang, jagung dan singkong dapat menjadi bagian dari menu, bersama sayuran, buah serta sumber protein yang beragam.

Kewaspadaan lebih diperlukan apabila setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten seseorang berulang kali mengalami keluhan seperti gangguan pencernaan atau gejala lain yang mengganggu. Keluhan tersebut tidak otomatis berarti seseorang menderita celiac disease karena terdapat kondisi lain yang memiliki gejala serupa, sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Jika terdapat kecurigaan terhadap penyakit celiac, seseorang sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai diet bebas gluten. NIDDK menyatakan bahwa menghindari gluten sebelum menjalani pemeriksaan dapat memengaruhi hasil tes dan menyulitkan proses diagnosis.

Dengan demikian, membatasi makanan berbahan gluten bukanlah aturan yang harus diterapkan kepada semua orang. Bagi penderita celiac atau kondisi tertentu yang berkaitan dengan gluten, penghindaran gluten merupakan bagian penting dari penanganan, sedangkan bagi masyarakat umum yang sehat, yang lebih utama adalah menerapkan pola makan beragam, seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....