Universitas Perintis Padang Dampingi PKK Pasie Nan Tigo Cegah Stunting

  • 20 Agt 2026 11:40 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Perintis Indonesia (Upertis) Padang melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mendampingi kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang, dalam program Siap Tanggulangi Stunting (SIGAPS). Program yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 itu difokuskan pada penguatan gizi balita dan ibu hamil, terutama di kawasan yang rawan terdampak bencana.

Dalam menjaga kesehatan anak dan ibu hamil, tim PKK Pasie Nan Tigo menjadi penggerak pencegahan stunting dengan dukungan dosen yang diketuai Wilda Laila, Dietisien, bersama Lisa Mustika Sari, Endang Suriani, Sri Indrayati, Yensasnidar dan Yeyep Natrio. Program ini juga melibatkan mahasiswa Naswa Sarlita S, Hana Fauzia, dan Nurul Vanisya ikut mendampingi kader PKK dalam pelatihan serta praktik pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil dengan memanfaatkan pangan lokal.

Ketua Tim PKM Upertis Padang, Wilda Laila mengatakan, pendampingan diarahkan agar kader PKK mampu melakukan edukasi, skrining gizi, pengukuran antropometri, hingga mengenali risiko stunting sejak dini. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas diperlukan agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan di tingkat keluarga.

“PKK tidak hanya berperan sebagai kelompok sosial, tetapi juga kami dorong menjadi kader kesehatan berbasis komunitas yang mampu memberikan edukasi, melakukan deteksi dini dan membantu proses rujukan apabila ditemukan kasus berisiko stunting,” ucapnya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Wilda menyebutkan, program tersebut juga mendorong pemanfaatan pangan lokal yang murah, mudah diperoleh, dan memiliki nilai gizi untuk memenuhi kebutuhan balita serta ibu hamil. Tim memberikan pelatihan pengolahan makanan sehat, termasuk pembuatan nugget, bakso, dan abon berbahan protein hewani, nabati, serta sayuran sebagai alternatif makanan tambahan.

Selain pemenuhan gizi kata Wilda, anggota PKK mendapatkan pelatihan pengukuran berat dan tinggi badan, penggunaan alat tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah bagi ibu hamil. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat turut diberikan untuk menekan risiko diare, cacingan, ISPA, dan infeksi lain yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak. "Pendampingan melibatkan dosen lintas disiplin dan mahasiswa Upertis Padang yang terjun langsung dalam pelatihan serta praktik pengolahan makanan tambahan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PKK Pasie Nan Tigo, Ningsih, menilai kegiatan tersebut membantu kader meningkatkan kemampuan dalam memantau kondisi gizi dan kesehatan balita serta ibu hamil. Diharapkan kedepan keterampilan yang diterima kader dapat terus digunakan untuk memperkuat pencegahan stunting di Pasie Nan Tigo, khususnya bagi keluarga yang terdampak bencana. “Kami merasa terbantu karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan kepada masyarakat, terutama dalam pemantauan gizi dan pencegahan stunting,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....