Rahasia Hidup Sehat Melalui Kebiasaan Konsumsi Buah Setiap Hari
- 08 Jul 2026 14:17 WIB
- Padang
Poin Utama
- Buah berfungsi sebagai "polisi" atau pengatur metabolisme yang efektif mencegah gangguan pencernaan (seperti sembelit) serta menangkal penyakit degeneratif.
- Buah paling baik dikonsumsi setelah sarapan atau sebagai camilan sore.
- Buah lokal lebih direkomendasikan daripada buah impor karena lebih alami, bebas zat pengawet/lilin pengiriman, serta jauh lebih ekonomis bagi anggaran rumah tangga.
RRI.CO.ID, Padang - Hari Buah Internasional yang diperingati setiap tanggal satu Juli tidak hanya sekadar perayaan namun memiliki makna dan tujuan yang berarti. Hal itu terungkap dalam dialog Obrolan Kesehatan yang disiarkan pada Selasa, 7 Juli 2026 di Pro 1 RRI Padang.
Menghadirkan narasumber seorang ahli gizi dari Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang, Syafrianita, S.Tr.Gz. yang memaparkan bagaimana buah penting untuk dikonsumsi. Ia mengungkapkan momentum perayaan tersebut bertujuan mengingkatkan kesadaran publik tentang pentingnya mengonsumsi buah.
Syafrianita menjelaskan bahwa bahan pangan alami ini berperan sebagai pengatur metabolisme tubuh layaknya seorang petugas polisi penegak keamanan. Konsumsi bahan organik tersebut secara rutin setiap hari mampu mencegah gangguan pencernaan dan timbulnya berbagai penyakit degeneratif.
Masyarakat dewasa dianjurkan mengonsumsi makanan sehat ini sebanyak dua hingga tiga porsi atau setara 300 gram. Sementara itu anak anak cukup mengonsumsi buah sebanyak 100 sampai 200 gram saja setiap porsi harian.
Kelebihan makan buah ternyata dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh seperti perut kembung hingga gejala diare. Waktu konsumsi terbaik yang sangat disarankan ahli gizi adalah setelah sarapan pagi atau sebagai selingan camilan sore.
Orang yang sedang menjalankan program diet penurunan berat badan dapat memakan buah sebelum makanan pokok dikonsumsi mereka. Strategi sehat tersebut sangat efektif memberikan efek mengenyangkan sehingga porsi makan nasi dapat dikurangi secara signifikan olehnya.
Penderita penyakit lambung kronis harus menghindari beberapa jenis buah tertentu yang mengandung gas tinggi seperti nangka matang. Mereka lebih disarankan mengonsumsi buah buahan bertekstur lembut yang aman bagi lambung seperti pisang dan pepaya matang.
Masyarakat penderita diabetes disarankan memilih buah pir dan melon yang memiliki kadar serat tinggi saat dikonsumsi harian. Mereka wajib membatasi konsumsi buah yang sangat manis agar kadar gula darah tetap terjaga dengan aman setiap saat.
Ahli gizi lebih menyarankan masyarakat membeli produk buah lokal daripada produk impor demi menjaga keaslian nutrisi alaminya. Langkah mengonsumsi bahan lokal tersebut juga dinilai jauh lebih ekonomis bagi anggaran belanja rumah tangga masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....