Mengelola Emosi saat Tubuh dan Pikiran Sedang Lelah

  • 30 Sep 2026 16:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Rasa lelah setelah menjalani aktivitas seharian dapat memengaruhi cara seseorang merespons berbagai situasi. Ketika energi fisik dan mental menurun, seseorang dapat menjadi lebih mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi atau bereaksi lebih emosional terhadap persoalan yang sebenarnya dapat dihadapi dengan lebih tenang.

National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa kekurangan tidur dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan, memecahkan masalah, mengelola emosi dan menghadapi perubahan. Kekurangan tidur juga dapat membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati dan menjadi lebih mudah marah atau impulsif.

Karena itu, langkah pertama yang dapat dilakukan ketika mulai merasa mudah tersulut adalah mengenali bahwa tubuh dan pikiran sedang membutuhkan jeda. Menyadari kondisi tersebut dapat membantu seseorang tidak langsung memberikan respons ketika sedang berada dalam keadaan lelah atau emosional.

Memberikan jeda beberapa menit sebelum merespons persoalan juga dapat menjadi pilihan sederhana. Seseorang dapat menjauh sementara dari situasi yang memicu emosi, mengatur pernapasan, minum air atau melakukan aktivitas ringan hingga kondisi tubuh dan pikiran terasa lebih tenang.

NIH merekomendasikan sejumlah kebiasaan untuk membantu mengelola stres, antara lain tidur yang cukup, aktivitas fisik, membangun hubungan sosial yang sehat, menentukan prioritas dan menyediakan waktu untuk aktivitas relaksasi seperti latihan pernapasan atau mindfulness.

Komunikasi juga perlu diperhatikan ketika seseorang sedang lelah. Jika sedang tidak mampu membicarakan persoalan dengan baik, seseorang dapat menyampaikan kepada orang lain bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan pembicaraan, daripada memaksakan percakapan yang berpotensi berakhir dengan perkataan atau tindakan yang disesali.

Tidur menjadi bagian penting dalam proses pemulihan tersebut. CDC melalui National Institute for Occupational Safety and Health mencatat bahwa kurang tidur dapat berkaitan dengan iritabilitas, kecemasan, gangguan komunikasi dan menurunnya kemampuan menghadapi situasi secara efektif.

Bagi orang dewasa, NIH merekomendasikan tidur selama sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam sebagai bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan. Namun, jika rasa lelah berlangsung selama berminggu-minggu tanpa membaik atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan karena kelelahan dapat memiliki berbagai penyebab.

Mengelola emosi ketika lelah bukan berarti mengabaikan perasaan yang sedang muncul, tetapi memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak sebelum bereaksi. Dengan mengenali tanda kelelahan, mengambil jeda, menjaga pola tidur dan berkomunikasi secara terbuka, seseorang dapat mengurangi kemungkinan kelelahan berubah menjadi konflik dengan orang-orang di sekitarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....