Sama-Sama Tahu, Ini Bedanya bagi Kesehatan
- 30 Sep 2026 14:54 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Tahu menjadi salah satu sumber protein nabati yang mudah ditemukan dan cukup populer dalam menu sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, ketika dihadapkan pada pilihan tahu Sumedang yang umumnya digoreng dengan tekstur renyah dan tahu biasa yang dapat diolah dengan berbagai cara, perbedaan cara memasak menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dari sisi kesehatan.
Pada dasarnya, tahu termasuk kelompok pangan sumber protein nabati. Kementerian Kesehatan memasukkan tahu dan tempe sebagai contoh sumber protein nabati dalam panduan kebutuhan gizi, sehingga keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Tahu Sumedang umumnya memiliki ciri khas berupa bagian luar yang berwarna kecokelatan dan renyah karena proses penggorengan. Sementara tahu biasa dapat dikonsumsi dengan berbagai metode pengolahan, seperti dikukus, direbus, ditumis atau digoreng, sehingga kandungan energi dan lemak dari makanan akhirnya dapat berbeda tergantung cara memasaknya.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa proses menggoreng dapat membuat makanan menyerap minyak sehingga meningkatkan kandungan lemak dan energi dibandingkan metode pengolahan yang menggunakan sedikit minyak. Karena itu, tahu yang digoreng tidak otomatis menjadi pilihan yang buruk, tetapi jumlah dan frekuensi konsumsinya tetap perlu diperhatikan.
Artinya, membandingkan tahu Sumedang dengan tahu biasa hanya berdasarkan jenis tahunya kurang tepat. Tahu biasa yang digoreng dengan minyak banyak juga dapat memiliki tambahan lemak, sedangkan tahu Sumedang yang dikonsumsi dalam jumlah wajar tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah minyak yang digunakan untuk menggoreng. Kementerian Kesehatan menganjurkan penggunaan minyak goreng secukupnya dan menyarankan agar minyak tidak digunakan berulang kali, sementara penggunaan minyak yang telah mengalami pemanasan berulang dapat menurunkan kualitas minyak dan memengaruhi mutu makanan.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati tahu dengan asupan lemak lebih terkendali, metode memasak seperti mengukus atau menumis dengan sedikit minyak dapat menjadi alternatif. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan variasi metode memasak dan membatasi makanan yang digoreng sebagai bagian dari pola makan yang lebih sehat.
Selain cara memasak, porsi dan keseluruhan menu juga perlu diperhatikan. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh, sehingga konsumsi tahu sebaiknya dilengkapi dengan sumber karbohidrat, sayuran, buah dan sumber protein lainnya dalam pola makan beragam.
Jadi, pilihan antara tahu Sumedang atau tahu biasa sebenarnya tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat menjadi pilihan makanan bergizi selama dikonsumsi dalam porsi yang sesuai dan diolah dengan cara yang memperhatikan penggunaan minyak, sementara pola makan secara keseluruhan tetap dijaga agar beragam dan seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....