Kelurahan Siaga TBC Diperkuat, Padang Panjang Bidik Eliminasi 2030

  • 19 Sep 2026 01:34 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat peran masyarakat hingga tingkat kelurahan untuk mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada 2030. Penguatan dilakukan melalui pengembangan Kelurahan Siaga TBC yang diarahkan untuk meningkatkan deteksi dini, memastikan pengobatan hingga tuntas, serta mencegah penularan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, dr Sonya Themiarto, mengatakan penanggulangan TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemerintah, tenaga kesehatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat, hingga masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Penanggulangan TBC membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi harus ada dukungan dari seluruh sektor dan masyarakat,” ujarnya saat Sosialisasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Auditorium Mifan, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Sonya, keberadaan Kelurahan Siaga TBC diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali gejala TBC. Warga yang mengalami gejala juga didorong segera memeriksakan diri agar dapat memperoleh penanganan lebih cepat.

Selain deteksi dini, masyarakat juga diharapkan memberikan dukungan kepada pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas. Dukungan dari lingkungan sekitar dinilai penting untuk membantu keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah penularan lebih lanjut.

Sonya juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma terhadap pasien TBC. Menurutnya, pasien membutuhkan dukungan dan pendampingan agar dapat menjalani pengobatan secara optimal hingga sembuh.

Penguatan Kelurahan Siaga TBC tersebut merupakan tindak lanjut Gerakan Bersama Mengakhiri Tuberkulosis atau GEBER TBC di Kota Padang Panjang. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung target eliminasi TBC pada 2030.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes., menekankan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan dasar dalam penanggulangan TBC. Menurutnya, pelayanan kesehatan dasar yang kuat dapat mendukung penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, sekaligus mencegah penularan TBC di masyarakat.

Rizanda mengatakan upaya eliminasi TBC perlu dimulai dari kemampuan masyarakat mengenali gejala dan segera melakukan pemeriksaan. Setelah terdeteksi, pasien perlu mendapatkan pengobatan yang tepat hingga tuntas dengan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.

“Penemuan kasus, pengobatan yang tepat hingga tuntas. Dukungan terhadap pasien merupakan bagian penting dalam upaya mengakhiri TBC,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....