Pijat Kepala Bisa Bantu Redakan Sakit Kepala, Ini Penjelasannya

  • 19 Agt 2026 20:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Memijat kepala kerap dilakukan ketika seseorang merasa pusing, lelah, atau mengalami sakit kepala setelah menjalani aktivitas padat. Cara sederhana ini dapat memberikan rasa nyaman, terutama ketika keluhan berkaitan dengan ketegangan otot dan stres.

Sejumlah penelitian menunjukkan terapi manual dan pijat berpotensi membantu mengurangi keluhan pada sakit kepala tipe tegang atau tension-type headache. Tinjauan sistematis terhadap sejumlah penelitian menemukan bahwa terapi manual, termasuk pijat, dapat menjadi salah satu pilihan nonfarmakologis untuk membantu menangani sakit kepala tipe tersebut.

Sakit kepala tipe tegang sendiri sering berkaitan dengan ketegangan otot serta faktor psikologis seperti stres dan kecemasan. Kajian sistematis mengenai hubungan stres dan sakit kepala menemukan bahwa stres mental maupun stres sehari-hari dapat meningkatkan persepsi nyeri serta berhubungan dengan munculnya atau memburuknya sakit kepala.

Pijatan pada area kepala, leher, dan bahu dapat menjadi bagian dari pendekatan untuk mengurangi ketegangan pada jaringan otot tersebut. Meta-analisis yang diterbitkan pada 2024 menemukan bahwa teknik myofascial release dapat menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan fungsi pada sejumlah kondisi sakit kepala, terutama sakit kepala tipe tegang dan sakit kepala yang berasal dari area leher.

Namun, manfaat pijat tidak berarti setiap sakit kepala dapat diatasi hanya dengan memijat kepala. Tinjauan penelitian terbaru mengenai sakit kepala yang berasal dari leher menunjukkan bahwa pendekatan multimodal yang menggabungkan terapi manual dengan latihan tertentu dapat memberikan hasil lebih baik dibandingkan terapi pasif tunggal seperti pijat saja.

Karena itu, pijat kepala sebaiknya dilakukan dengan tekanan yang nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit, terutama pada area pelipis, kulit kepala, leher, dan bahu. Jika sakit kepala muncul berulang, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, penyebabnya perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Pijat juga tidak boleh digunakan untuk menunda pemeriksaan ketika sakit kepala disertai gejala yang tidak biasa atau berat. Keluhan yang terus berulang perlu mendapat perhatian karena sakit kepala dapat memiliki berbagai penyebab dan tidak semuanya berkaitan dengan ketegangan otot.

Dengan demikian, memijat kepala dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu memberikan rasa rileks dan berpotensi mengurangi keluhan sakit kepala tertentu, tetapi bukan pengganti diagnosis maupun pengobatan medis. Penggunaannya akan lebih bermanfaat jika dilakukan sebagai bagian dari pola hidup sehat, termasuk mengelola stres, beristirahat cukup, beraktivitas fisik, dan memperhatikan faktor pemicu sakit kepala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....