UBH Matangkan Pembukaan Fakultas Kedokteran lewat Studi Banding
- 26 Jul 2026 13:55 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Universitas Bung Hatta (UBH) terus mematangkan persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran. Salah satu persiapan yakni dengan melakukan studi banding ke RSUD Mohammad Natsir Solok pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik) RSUD dr. Rasidin Padang dan Tim Task Force Pembukaan Fakultas Kedokteran.
Rombongan dipimpin Kepala Divisi Kerja Sama dan Layanan Internasional UBH, Reni Yuliviona, didampingi Annisa Maharani Miranda, serta Avisa Fadlika Dausawati, Turut serta sejumlah dokter dan tenaga kesehatan dari RSUD dr. Rasidin Padang sebagai bagian dari Komkordik dalam mendukung persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran.
Reni Yuliviona, mengatakan, studi banding bertujuan mempelajari tata kelola penyelenggaraan pendidikan kedokteran di rumah sakit pendidikan. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendalami sistem koordinasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit, pengelolaan Komkordik, serta kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia.
"Hasil studi banding diharapkan menjadi referensi bagi Universitas Bung Hatta dalam memenuhi berbagai persyaratan pendirian Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter," ujar Reni, Minggu, 26 Juli 2026.
Menurutnya, studi banding menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kesiapan kelembagaan sebelum pembukaan Fakultas Kedokteran. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempelajari dan mengadopsi praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan RSUD Mohammad Natsir Solok sebagai rumah sakit pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bung Hatta berharap sinergi dengan rumah sakit mitra semakin kuat dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang berkualitas. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pembukaan Fakultas Kedokteran berjalan sesuai standar nasional.
Reni menambahkan pembukaan Fakultas Kedokteran diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sektor kesehatan melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Upaya itu juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....