Dinkes Pessel Perkuat Deteksi TBC dan Validasi Data Kesehatan

  • 03 Agt 2026 15:49 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Painan - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan memperkuat deteksi tuberkulosis (TBC) dan validasi data kesehatan hingga tingkat nagari. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, mengatakan pengendalian penyakit membutuhkan sinergi lintas layanan kesehatan. Sinergi tersebut melibatkan dinas kesehatan, rumah sakit rujukan, puskesmas, hingga kader kesehatan di tingkat nagari.

Agustina menyoroti percepatan eliminasi TBC berdasarkan hasil evaluasi hingga Juli 2026. Penemuan terduga TBC di Kabupaten Pesisir Selatan mencapai 4.154 kasus atau 42 persen, sedangkan kasus baru mencapai 684 orang atau 41 persen.

Angka keberhasilan pengobatan TBC di Pesisir Selatan mencapai 95 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya mempercepat eliminasi TBC di daerah.

Agustina mengajak kepala puskesmas mengawal penelusuran TBC terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis. Program tersebut menyasar 119 nagari lokus dengan target penelusuran sebanyak 100 orang setiap nagari.

"Program penelusuran ini menargetkan 100 orang per nagari lokus. Kami meminta seluruh tim P2P dan faskes bergerak aktif di lapangan. Kita ingin memastikan kasus TBC terdeteksi sedini mungkin, mendapatkan pengobatan standar hingga tuntas, serta meminimalkan risiko putus obat," Agustina dalam Rapat Koordinasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tingkat Kabupaten Pesisir Selatan pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Agustina meminta petugas kesehatan aktif menemukan kasus TBC sejak dini dan memastikan pasien menyelesaikan pengobatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko pasien menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan tuntas.

Selain TBC, Dinkes PPKB juga mendorong pencapaian target Imunisasi Dasar Lengkap dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Puskesmas diminta memastikan validasi data, pencatatan, dan pelaporan imunisasi berjalan tertib serta akurat.

Dinkes PPKB juga memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah nagari dalam penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Pendampingan tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Agustina menilai pencegahan penyakit membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan lintas sektor. "Rakor P2P ini menjadi fondasi integrasi lintas sektor untuk mewujudkan Nagari Sehat dan Pessel Bebas Penyakit," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....