Ibu Hamil Wajib Skrining Hepatitis B Cegah Penularan ke Bayi
- 29 Jul 2026 10:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- RSUP Dr. M.Djamil Padang mengingatkan pentingnya skrining hepatitis B bagi ibu hamil untuk mencegah penularan virus kepada bayi saat proses persalinan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan kasus hepatitis B kronis yang masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi RSUP Dr. M.Djamil Padang, Saptino Miro, mengatakan penularan hepatitis B dari ibu ke bayi merupakan salah satu penyebab utama seseorang mengalami infeksi kronis sejak dini. Karena itu, setiap ibu hamil diwajibkan menjalani pemeriksaan hepatitis B selama masa kehamilan
"Oleh karena itu pemerintah sekarang menggalakkan, mewajibkan setiap ibu hamil wajib memeriksakan hepatitis B. Apakah positif atau negatif di dalam darahnya," ujar Saptino dalam program Ruang Kesehatan RRI Pro 1 Padang, Selasa 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan ibu hamil positif hepatitis B, tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan sehingga risiko penularan kepada bayi dapat ditekan. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci karena hepatitis B kronis sering kali tidak menimbulkan gejala.
Saptino menjelaskan bayi yang tertular virus hepatitis B saat proses persalinan memiliki risiko sangat tinggi menjadi penderita kronis. Hal itu terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir belum berkembang sempurna.
"Umumnya bayi yang baru lahir itu 90 persen langsung menjadi kronis. Apabila virus dari ibunya berpindah saat persalinan," ujarnya.
Ia menambahkan, berbeda dengan orang dewasa yang baru terinfeksi hepatitis B, sekitar 90 hingga 95 persen masih dapat sembuh total. Sementara hanya sekitar 5 hingga 10 persen yang berkembang menjadi hepatitis kronis.
Menurutnya, hepatitis B kronis dapat berlangsung seumur hidup dan meningkatkan risiko terjadinya sirosis hati maupun kanker hati. Kedua komplikasi tersebut menjadi penyebab utama tingginya angka kematian akibat hepatitis B.
Karena itu, Saptino mengimbau seluruh ibu hamil menjalani pemeriksaan HBsAg sesuai program pemerintah. Pemeriksaan tersebut telah menjadi bagian dari layanan antenatal atau masa kehamilan untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi hepatitis B.
Ia menilai peringatan Hari Hepatitis Sedunia setiap 28 Juli menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan hepatitis. Dengan langkah tersebut, diharapkan angka penyakit hati kronis dapat ditekan dan generasi mendatang terlindungi dari dampak hepatitis B.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....