Peringatan Pekan ASI Sedunia 2026 Ajak Masyarakat Dukung Laktasi

  • 07 Agt 2026 13:44 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Memperingati Pekan ASI Sedunia (1–8 Agustus) tahun 2026 dengan tema "Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Memperkuat Apa yang Sudah Terbukti".
  • Dukungan suami dan keluarga sangat penting untuk mencegah stres pada ibu yang dapat menurunkan produksi ASI.
  • Menepis mitos salah (seperti ukuran payudara atau pantangan makan) dan mengarahkan pemantauan kecukupan ASI secara objektif lewat frekuensi buang air kecil serta kenaikan berat badan bayi.

RRI.CO.ID, Padang - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif. Edukasi kesehatan tersebut disiarkan secara langsung melalui program Obrolan Kesehatan di RRI Pro 1 Padang.

Dokter Spesialis Anak dr. Yuni Hadayani Gusmira hadir sebagai narasumber utama untuk memaparkan mengenai peringatan Pekan ASI Sedunia. Momentum tahunan ini diperingati setiap tanggal 1 hingga 8 Agustus untuk meningkatkan kesadaran pentingnya ASI.

Peringatan Pekan ASI Sedunia tahun 2026 mengusung tema penting tentang menyusui untuk awal kehidupan yang berkelanjutan. Tema ini bertujuan untuk memperkuat praktik menyusui yang sudah terbukti memberikan manfaat luar biasa bagi bayi.

Dokter Yuni menjelaskan bahwa ASI eksklusif wajib diberikan tanpa tambahan makanan lainnya sejak usia 0 hingga 6 bulan. Kandungan alami ASI kaya akan sel imun serta antibodi yang efektif melindungi tubuh bayi dari infeksi.

Pemberian nutrisi alami ini terbukti mampu menekan risiko diare, pneumonia, hingga gangguan infeksi telinga pada anak. Selain itu, komposisi ASI secara sempurna mendukung proses perkembangan otak serta sistem saraf bayi secara optimal.

Bagi sang ibu, proses menyusui memberikan manfaat alami sebagai metode kontrasepsi untuk menunda kehamilan secara alami. Aktivitas ini juga membantu memulihkan kondisi rahim pascamelahirkan serta menurunkan risiko munculnya penyakit kanker payudara.

Setelah anak berusia 6 bulan, pemberian ASI dapat dilanjutkan bersama Makanan Pendamping ASI (MPASI) hingga berumur 2 tahun. Pada usia 6 sampai 9 bulan, porsi ASI masih menyumbang sekitar 70% dari total kebutuhan energi.

Ibu yang bekerja disarankan melakukan pumping secara rutin setiap 2 hingga 3 jam agar produksi ASI terjaga. Penyimpanan stok ASI di rumah sangat dianjurkan menerapkan metode First In, First Out demi menjaga kualitasnya.

Keberhasilan masa laktasi sangat membutuhkan dukungan emosional dari suami serta lingkungan keluarga agar ibu tidak mengalami stres. Dukungan dari tempat kerja berupa penyediaan ruang laktasi yang layak juga menjadi kunci keberhasilan ibu bekerja.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak memercayai mitos yang salah terkait ukuran payudara maupun pantangan makanan saat menyusui. Kecukupan produksi ASI dapat dipantau secara objektif dari frekuensi buang air kecil serta kenaikan berat badan.

Pemberian ASI merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang sangat krusial demi mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas. Dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat akan memastikan pemenuhan hak nutrisi terbaik bagi setiap bayi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....