Dampak Membakar Sampah bagi Kesehatan Masyarakat
- 07 Feb 2026 09:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kebiasaan membakar sampah masih sering dilakukan di lingkungan permukiman karena dianggap praktis dan cepat. Padahal, cara ini menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan akibat asap dan zat berbahaya yang dihasilkan.
Dilansir dari halodoc.com, dampak yang paling umum dari pembakaran sampah adalah gangguan pernapasan. Asap yang terhirup dapat menyebabkan batuk, sesak napas, dan rasa perih di hidung serta tenggorokan.
Paparan asap pembakaran sampah dalam jangka panjang berpotensi memicu gangguan pernapasan yang lebih berat. Beberapa di antaranya adalah infeksi paru-paru, bronkitis, pneumonia, serta memperparah penyakit pernapasan yang sudah diderita sebelumnya.
Selain itu, asap pembakaran sampah juga dapat menimbulkan iritasi pada mata. Kondisi ini ditandai dengan mata merah, perih, dan berair akibat partikel halus dalam asap.
Iritasi tidak hanya terjadi pada mata, tetapi juga pada mulut, hidung, dan tenggorokan. Gejalanya dapat berupa batuk berkepanjangan, kesulitan bernapas, rasa tercekik, hingga sakit kepala dan mual.
Dalam jangka panjang, membakar sampah juga dikaitkan dengan risiko kanker. Asap pembakaran mengandung zat karsinogen seperti dioksin, PAH, merkuri, dan arsenik yang berbahaya bagi tubuh.
Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan zat berbahaya tersebut. Oleh karena itu, mereka sangat dianjurkan untuk menghindari lingkungan yang terpapar asap pembakaran sampah.
Dampak pembakaran sampah juga dapat terlihat pada kulit yang terpapar langsung. Paparan zat beracun dalam asap dapat menyebabkan lesi kulit seperti chloracne dan perubahan warna kulit yang tidak merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....