RSUD Muhammad Yamin Hadirkan Tiga Inovasi Pengelolaan Sampah

  • 13 Jun 2026 20:44 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. H. Muhammad Yamin Kota Pariaman menghadirkan inovasi dalam pengelolaan limbah rumah sakit. Melalui kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diolah menjadi sumber manfaat sosial maupun ekonomi. Tiga inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan RSMY yakni Bank Sampah Sarang Udang, SABOTASE (Sampah Botol untuk Etalase Sedekah), dan SAMPO JKO (Sampah Organik Menjadi Kompos).

Direktur RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, dr. Herlina Nasution, M.Kes, Sabtu, 13 Juni 2026 mengatakan, pengelolaan sampah merupakan bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan dan keselamatan seluruh pihak di lingkungan rumah sakit. “Kebersihan rumah sakit bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, pengunjung, dan lingkungan sekitar. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan secara terencana, aman, dan sesuai prosedur,” kata dr. Herlina.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin dimulai dari proses pemilahan sejak sumbernya. Setiap ruangan telah dilengkapi tempat sampah yang dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah yang terkumpul setiap hari kemudian diangkut oleh petugas kebersihan untuk kembali dipilah, dikemas sesuai jenis, dan diproses dengan prosedur keamanan serta menggunakan alat pelindung diri lengkap.

Salah satu inovasi yang dijalankan adalah Bank Sampah Sarang Udang. Melalui program ini, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan dan disalurkan kepada pengepul untuk didaur ulang. Selain membantu mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, program tersebut juga menghasilkan nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan di lingkungan rumah sakit.

Sementara inovasi SAMPO JKO (Sampah Organik Menjadi Kompos) memanfaatkan sampah organik yang berasal dari Instalasi Gizi dan area taman rumah sakit. Sampah tersebut diolah melalui empat sumur kompos yang tersedia di lingkungan RSUD Prof. H. Muhammad Yamin. Kompos hasil olahan kemudian digunakan untuk pemeliharaan taman, penghijauan, hingga kebun sayur rumah sakit. Bahkan, hasil kompos tersebut berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi.

“Kami ingin membangun budaya pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin juga menghadirkan inovasi SABOTASE (Sampah Botol untuk Etalase Sedekah) sebagai bentuk pemanfaatan kembali sampah botol agar memiliki nilai sosial. Sedangkan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali dikategorikan sebagai residu dan ditempatkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebelum diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Melalui berbagai inovasi tersebut, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya menjaga kebersihan rumah sakit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan, membuka peluang ekonomi, serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap pengelolaan limbah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....