Edukasi Astronomi lewat Pengamatan Langsung Okultasi Venus
- 17 Sep 2026 21:36 WIB
- Padang
Poin Utama
- Okultasi Venus terjadi ketika Bulan yang berada lebih dekat dengan Bumi melintas dan menutupi piringan Venus karena ukuran sudut tampaknya yang lebih besar.
- Bulan mulai terlihat dari balik awan pada pukul 18.23 WIB, sementara puncak okultasi Venus di Kota Padang berlangsung pukul 19.40 hingga 20.42 WIB.
- Kegiatan ini tidak hanya untuk dokumentasi dan observasi, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan literasi astronomi masyarakat di Sumatera Barat.
RRI.CO.ID, Padang - Komunitas Astronomi Sumbar berhasil mengabadikan momen penting menjelang okultasi Venus oleh Bulan di Padang pada hari Senin, 14 September 2026 lalu. Peristiwa astronomi langka tersebut sukses diamati langsung dari kawasan Masjid Al-Hakim meskipun kondisi langit saat itu diselimuti awan tebal serta kabut asap pekat.
Okultasi Venus sendiri merupakan sebuah peristiwa saat planet Venus tampak tertutupi oleh piringan Bulan jika dilihat langsung dari permukaan Bumi kita. Fenomena alam ini terjadi ketika posisi Bulan dan Venus berada pada garis pandang yang sama persis sehingga Bulan melintas menutupi objek tersebut.
Istilah okultasi dipakai karena benda langit yang berada di depan mempunyai ukuran sudut tampak jauh lebih besar daripada benda di belakangnya. Dalam kejadian ini, ukuran sudut Bulan jauh lebih besar daripada Venus sehingga mampu menutupi piringan planet tersebut secara keseluruhan tanpa tersisa.
Guna memperbesar peluang keberhasilan pengamatan di tengah cuaca buruk, Komunitas Astronomi Sumbar dengan cerdas membagi tim menjadi dua kelompok di lokasi berbeda. Kelompok pertama melakukan pemantauan di Masjid Al-Hakim Kota Padang sedangkan kelompok kedua bertugas di kawasan Lawang Park, Kabupaten Agam.
Pengamatan di Masjid Al-Hakim dipimpin langsung oleh Hadi selaku anggota aktif dari Komunitas Astronomi Sumbar yang berpengalaman di bidangnya. Sementara itu, pemantauan di Lawang Park dikoordinatori oleh Fauzan Adam bersama seorang influencer pemerhati astronomi terkenal bernama Bima Nasution pemilik akun media sosial @bimstagram.
Seluruh rangkaian kegiatan di Masjid Al-Hakim sebenarnya sudah dimulai pukul 16.30 WIB dengan target awal mengamati pergerakan Matahari sore hari. Sayangnya kondisi atmosfer yang buruk membuat Matahari tidak terlihat sama sekali karena terhalang oleh tumpukan awan serta tebalnya kabut asap.
Kendala cuaca tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat tim karena mereka langsung mengadakan sesi diskusi menarik bersama para peserta di lokasi. Para pengunjung terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan mendalam mengenai proses terjadinya okultasi Venus serta jadwal kemunculannya di langit Kota Padang.
Tim pengamat lantas menjelaskan definisi okultasi menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir mengikuti kegiatan edukasi astronomi itu. Penjelasan edukatif ini bertujuan agar masyarakat awam dapat mengerti ilmu astronomi secara lebih menyenangkan langsung melalui pengamatan benda langit secara langsung.
Setelah Matahari terbenam sempurna, kondisi cuaca perlahan mulai membaik dan memberikan sedikit kesempatan bagi tim untuk memulai proses observasi lanjutan. Tepat pada pukul 18.23 WIB, piringan Bulan mulai menampakkan diri di balik awan tebal ditemani planet Venus yang menghiasi langit barat.
Kemunculan dua benda langit itu menjadi tanda bagi para anggota tim untuk bersiap mengabadikan fenomena utama malam hari tersebut. Berdasarkan perhitungan matang sebelumnya, puncak okultasi Venus di wilayah Kota Padang berlangsung mulai pukul 19.40 hingga berakhir pada pukul 20.42 WIB.
Sayangnya nasib berbeda dialami oleh kelompok kedua yang bertugas di Lawang Park Kabupaten Agam karena lokasi tersebut tertutup kabut sangat pekat. Jarak pandang yang terlalu pendek membuat tim di sana gagal mengamati jalannya proses okultasi Venus secara maksimal seperti rekan mereka di Padang.
Secara keseluruhan, kegiatan edukasi dan pengamatan lapangan ini berhasil memberikan pengalaman berharga bagi masyarakat luas dalam memahami dinamika ilmu astronomi modern. Berdasarkan informasi dari rilis resmi Komunitas Astronomi Sumbar, kegiatan serupa akan terus digalakkan guna meningkatkan literasi sains di Sumatera Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....