Unand Luncurkan Panduan Praktikum Biologi Mudah Bagi Sekolah Terbatas

  • 02 Agt 2026 07:04 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Keterbatasan fasilitas laboratorium masih menjadi kendala dalam pembelajaran biologi di banyak sekolah menengah di Indonesia. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan praktikum sebagai bagian penting dari pembelajaran sains belum berjalan maksimal, terutama di sekolah yang berada di luar kawasan perkotaan.

Menjawab tantangan tersebut, dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas, Dr. Rita Maliza bersama Dr. M. Idris, menyusun buku panduan praktikum bertajuk Biologi dan Bioteknologi Dasar: Dari Mikroskop hingga DNA. Buku itu disiapkan sebagai panduan praktis bagi guru dan siswa SMA agar kegiatan praktikum dapat dilakukan sesuai dengan fasilitas yang tersedia di sekolah.

Panduan tersebut memuat berbagai materi, mulai dari pengenalan alat laboratorium, penggunaan mikroskop, pengamatan anatomi hewan, kultur jaringan tumbuhan sederhana, produksi microgreens, hingga praktikum isolasi DNA menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Setiap modul juga dilengkapi tujuan pembelajaran, daftar alat dan bahan, langkah kerja yang sistematis, serta pertanyaan diskusi untuk memudahkan guru melaksanakan praktikum.

Rita Maliza mengatakan buku ini disusun dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung agar siswa tidak hanya memahami teori. Kegiatan observasi dan eksperimen menjadi bagian penting dalam membantu peserta didik memahami proses ilmiah secara menyeluruh.

"Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan berarti praktikum tidak dapat dilakukan. Banyak kegiatan praktikum dasar yang dapat disederhanakan menggunakan alat dan bahan yang mudah diperoleh, sehingga siswa tetap memiliki kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung," ucapnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, salah satu contoh praktikum dalam buku tersebut adalah isolasi DNA menggunakan buah stroberi, sabun pencuci piring, garam dapur, dan alkohol dingin sehingga siswa dapat melihat endapan DNA secara langsung. Buku ini juga memperkenalkan teknik kultur jaringan tumbuhan sederhana dengan memanfaatkan kotak kerja aseptik berbahan plastik transparan, air kelapa, serta sumber vitamin yang mudah didapat.

"Melalui penerbitan buku panduan ini, tim penulis berharap semakin banyak sekolah mampu menerapkan pembelajaran biologi berbasis praktikum meski memiliki keterbatasan sarana laboratorium. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....