Prof. Indang: Pembenahan Lingkunan Perlu untuk Cegah Banjir Tidak Berulang

  • 31 Agt 2026 22:28 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pasca terjadinya bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Padang, pembenahan lingkungan secara cepat dan gotong royong menjadi kunci utama untuk mencegah genangan air berulang. Langkah krusial ini ditegaskan Pakar Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Indang Dewata.

Prof. Indang mengingatkan masyarakat, khususnya warga Kota Padang, untuk tidak tinggal diam setelah air surut. Menurutnya, aksi nyata dalam bentuk pemeliharaan lingkungan sekitar seperti membersihkan got yang tersumbat dan pengerukan saluran air dari endapan lumpur serta sampah harus segera dilakukan sebelum intensitas hujan kembali tinggi.

Ia menjelaskan, daya tampung drainase kota sering kali melampaui batas bukan hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan akibat tersumbatnya alur aliran air.

“Ketika saluran air tersumbat, debit hujan yang turun tidak dapat mengalir secara optimal menuju pembuangan akhir,” ujarnya Minggu, 30 Agustus 2026.

Kondisi ini pun dirasakan langsung oleh warga terdampak.

"Waktu air surut, endapan lumpur dan sampah plastik yang terbawa arus memang menumpuk tebal di saluran drainase. Kalau tidak langsung kami pangkas dan keruk bersama-sama, begitu hujan deras turun lagi sebentar saja, air dipastikan langsung meluap ke pemukiman," ungkap Rahman (45), salah seorang warga yang ditemui saat bergotong royong membersihkan selokan di kawasan pemukimannya.

Oleh karena itu, Prof. Indang menegaskan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pemerintah, tetapi sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat itu sendiri. Pembenahan infrastruktur fisik akan sia-sia jika kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan masih rendah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....