Financial Check Up: Langkah Awal Membangun Keluarga Mandiri
- 21 Agt 2026 20:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Menjaga kesehatan keluarga tidak hanya dilakukan dengan memeriksa kondisi fisik secara berkala. Kondisi keuangan keluarga juga perlu mendapatkan perhatian melalui financial check up, agar pemasukan dan pengeluaran dapat diketahui secara jelas dan keluarga mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.
Praktisi sekaligus akademisi di bidang manajemen keuangan, Dr. Laynita Sari, SE, MM, Ak, CA, menjelaskan bahwa pemeriksaan kondisi finansial sebaiknya dilakukan secara rutin. Menurutnya, pencatatan keuangan dapat dilakukan setiap hari, kemudian dievaluasi setiap minggu dan menjadi dasar untuk mengambil keputusan setiap bulan.
Langkah pertama dalam melakukan financial check up adalah mencatat seluruh pemasukan keluarga. “Setiap hari kita lakukan, nanti setiap minggu kita review dan setiap bulannya kita harus mengambil keputusan,” ujar Laynita.
Pendapatan tersebut tidak hanya berasal dari gaji, tetapi juga perlu mencakup pemasukan lain. Hasil usaha atau sumber pendapatan tambahan lain juga dihitung sehingga keluarga mengetahui secara pasti total uang yang tersedia setiap bulan.
Setelah mengetahui jumlah pemasukan, langkah berikutnya adalah mencatat seluruh pengeluaran. “Sebaiknya pengeluaran dibedakan menjadi pengeluaran rutin dan pengeluaran tidak rutin sehingga keluarga dapat melihat kebutuhan mana yang harus menjadi prioritas,” kata Laynita.
Pengeluaran rutin dapat berupa biaya listrik, air, internet, kebutuhan makan sehari-hari, transportasi, biaya sekolah, hingga pembayaran asuransi kesehatan atau pendidikan. Sementara itu, pengeluaran tidak rutin dapat berupa biaya konsultasi dokter gigi, servis kendaraan, maupun kebutuhan lain yang tidak muncul setiap bulan tetapi tetap harus dipersiapkan.
Dengan melakukan pengelompokan tersebut, keluarga dapat mengetahui apakah pemasukan dan pengeluaran sudah seimbang. Jika pengeluaran ternyata terlalu besar, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa keluarga perlu melakukan evaluasi dan menentukan pengeluaran mana yang dapat dikurangi.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah kebiasaan menabung setelah seluruh kebutuhan dan keinginan terpenuhi.” Pola tersebut perlu diubah karena menabung sebaiknya sudah ditentukan sejak awal ketika pendapatan diterima, “ ungkap Laynita.
Keluarga perlu menetapkan terlebih dahulu berapa jumlah uang yang akan disisihkan untuk tabungan dan dana darurat. Dengan demikian, menabung tidak lagi bergantung pada ada atau tidaknya sisa uang di akhir bulan.
Tabungan juga sebaiknya memiliki tujuan yang jelas, misalnya untuk pendidikan anak, persiapan pensiun, atau kebutuhan jangka panjang lainnya. Sementara dana darurat digunakan khusus untuk kondisi yang benar-benar mendesak sehingga kedua pos keuangan tersebut tidak tercampur.
Pengelolaan keuangan yang disiplin pada akhirnya bukan hanya membantu keluarga menghindari masalah finansial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian keluarga. Dengan mengetahui pemasukan, mengendalikan pengeluaran, menyiapkan dana darurat, dan menabung sejak awal, keluarga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi kebutuhan hari ini sekaligus merencanakan masa depan.
Financial check up pun tidak harus dimulai dengan jumlah uang yang besar. Kemandirian finansial justru dapat dibangun dari kebiasaan sederhana: mencatat, mengevaluasi, menentukan prioritas, dan menyisihkan uang secara konsisten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....