UNP Latih Warga Olah Minyak Jagung Jadi Serum Kosmetik

  • 13 Agt 2026 06:50 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Dosen Universitas Negeri Padang (UNP) mendorong pemanfaatan potensi komoditas lokal melalui inovasi produk kosmetik alami berbasis minyak jagung. Inovasi tersebut dikembangkan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengembangan Serum Kosmetik Alami Berbasis Minyak Jagung Melalui Pelatihan untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Petani Jagung Pasar Bawan.”

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diperkenalkan pada peluang diversifikasi pemanfaatan minyak jagung menjadi produk perawatan kulit yang memiliki potensi ekonomi.

Program pengabdian ini diketuai oleh Yuni Mala Sari, M.Si., bersama tim dosen, yaitu Nindy Notrilauvia, S.T., M.Si., Dr. Rahmi Oktarina, S.Pd., M.Pd.T., dan Fitriana Syahar, S.Si., M.Si. Kegiatan juga melibatkan Alfiandri Azwar, A.Md. sebagai narasumber serta mahasiswa program studi teknologi kosmetik. Dari unsur mitra, kegiatan mendapat dukungan dari Wali Nagari Bawan, Kabupaten Agam, Arif Eka Putra, S.Sn.

Minyak jagung selama ini lebih banyak dikenal sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Melalui inovasi yang dilakukan tim pengabdian, komoditas tersebut diperkenalkan sebagai salah satu bahan yang berpotensi dikembangkan dalam produk kosmetik.

Ketua tim pengabdian, Yuni Mala Sari, M.Si., menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat. Menurutnya, pengembangan produk turunan dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas pemanfaatan komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Potensi pertanian tidak harus berhenti sebagai bahan mentah. Dengan inovasi dan pengolahan yang tepat, hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi,” menjadi gagasan utama yang melandasi program tersebut.

Selain pengembangan produk, tim dosen UNP juga memberikan perhatian pada aspek teknologi dan pemasaran. Produk yang dihasilkan perlu didukung dengan branding, kemasan yang menarik, dokumentasi produk, serta strategi pemasaran digital agar mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.

Keterlibatan Dr. Rahmi Oktarina, S.Pd., M.Pd.T. turut memperkuat aspek teknologi informasi dan pemanfaatan media digital dalam pengembangan produk. Pendekatan ini penting karena keberhasilan produk di era digital tidak hanya ditentukan oleh kualitas, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha membangun identitas produk dan memanfaatkan kanal digital untuk promosi.

Sementara itu, Alfiandri Azwar, A.Md. memberikan penguatan pada aspek teknis dalam proses pengembangan serum kosmetik. Kolaborasi lintas bidang dalam kegiatan ini menjadi salah satu kekuatan program karena pengembangan produk membutuhkan sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, kreativitas, dan kewirausahaan.

Mahasiswa UNP juga dilibatkan dalam kegiatan. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman pembelajaran langsung di masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.

Dukungan Walinagari Bawan, Arif Eka Putra, S.Sn., turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Sinergi antara pemerintah nagari dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta membuka peluang pengembangan produk lokal secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai peserta pelatihan, tetapi juga didorong untuk menjadi pelaku inovasi. Ke depan, pengembangan serum berbasis minyak jagung dapat diarahkan pada peningkatan kualitas produk, penguatan merek dan kemasan, pengembangan strategi pemasaran, serta pemenuhan aspek legalitas dan standar produk kosmetik sesuai ketentuan yang berlaku.

Program pengabdian ini menunjukkan peran strategis UNP dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi berbasis minyak jagung diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun rantai nilai baru yang menghubungkan sektor pertanian dengan industri kreatif, kosmetik, teknologi, dan kewirausahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....