UNP Latih 28 Guru Kuasai Pembelajaran Mendalam berbasis STEAM

  • 16 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang-Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan pelatihan deep learning (pembelajaran mendalam) berbasis STEAM (science, technology, engineering, arts, and mathematics) untuk peningkatan kompetensi guru dan penguatan manajemen pembelajaran menuju sekolah unggul STEAM di SD Pembangunan Laboratorium UNP. Kegiatan yang diikuti 28 orang guru tersebut dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 15, 22, dan 29 Agustus 2026.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat manajemen pembelajaran di SD Pembangunan Laboratorium UNP. Melalui PKM tersebut, para guru dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan pendekatan STEAM.

Kegiatan diketuai oleh Dr. Melva Zainil, M.Pd., dengan anggota tim Nurhafizah, Ph.D.; Dr. Siti Ainim Liusti, S.Pd., M.Hum.; Dr. Ika Parma Dewi, M.Pd.T.; dan Dea Stivani Suherman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Nurul Husna Zakiyah dan Azizah Gusdelia, serta Yasmadewi, S.Pd. sebagai anggota mitra dari SD Pembangunan Laboratorium UNP.

Seluruh dosen yang tergabung dalam tim pengabdian turut menjadi pemateri dalam rangkaian pelatihan. Guna memperkuat pemahaman dan praktik pembelajaran STEAM, kegiatan ini juga menghadirkan Dr. Ary Kiswanto Kenedi, M.Pd., ahli STEAM dari Universitas Samudra, sebagai narasumber.

Ketua tim pengabdian, Dr. Melva Zainil, M.Pd., mengatakan, perkembangan pendidikan menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Integrasi deep learning dan STEAM diharapkan dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, serta mampu menghubungkan pengetahuan dengan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap guru tidak hanya memahami konsep deep learning dan STEAM secara teoretis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Guru perlu memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengeksplorasi, bertanya, mencoba, berkolaborasi, serta menghasilkan gagasan dan karya dari pengalaman belajar yang mereka peroleh,” ujar Melva.

Menurut Melva, peningkatan kompetensi guru juga perlu diiringi dengan penguatan manajemen pembelajaran di tingkat sekolah. Tujuannya agar inovasi yang dikembangkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP, Yasmadewi, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi kebutuhan penting seiring dengan perubahan paradigma pendidikan dan perkembangan kebutuhan belajar peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan tim dosen UNP bersama narasumber ahli STEAM. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada 28 guru kami untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang inovatif, aktif, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik,” kata Yasmadewi.

Ia berharap kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran di kelas. “Dengan komitmen dan kolaborasi seluruh warga sekolah, kami berharap SD Pembangunan Laboratorium UNP dapat terus berkembang menuju sekolah unggul yang memiliki karakter pembelajaran STEAM,” ujarnya.

Pelatihan yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan tersebut dirancang agar guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep deep learning dan STEAM, tetapi juga mampu mengembangkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai integrasi sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam pembelajaran serta strategi menciptakan aktivitas belajar yang mendorong keterlibatan aktif siswa.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan semakin kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Tim pengabdian berharap pelatihan tersebut menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya pembelajaran yang inovatif sekaligus memperkuat SD Pembangunan Laboratorium UNP menuju Sekolah Unggul STEAM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....