Sistem AI Indonesia Deteksi 2 Miliar Penipuan, Diakui London Business School
- 10 Jun 2026 15:26 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sistem kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) pendeteksi penipuan digital buatan Indonesia berhasil mendeteksi lebih dari dua miliar indikasi scam dan spam sejak diluncurkan pada Agustus 2025. Sistem bernama SATSPAM yang dikembangkan Indosat Ooredoo Hutchison bersama Tanla Platforms itu kini diangkat sebagai studi kasus oleh London Business School pada Selasa 9 Juni 2026.
London Business School menyoroti SATSPAM sebagai contoh nyata pemanfaatan teknologi AI untuk melindungi masyarakat dari ancaman penipuan digital yang terus berkembang. Kajian itu juga mengangkat pentingnya kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan regulator dalam membangun ekosistem perlindungan digital yang lebih kuat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyebut pendekatan berbasis AI menjadi semakin penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat di ruang digital. Kecepatan perkembangan modus penipuan dinilai membuat pendekatan konvensional tidak lagi memadai.
"Transformasi digital harus dibangun di atas rasa aman dan kepercayaan public. Kecepatan perkembangan modus penipuan digital membuat pendekatan konvensional tidak lagi cukup, karena itu pemanfaatan teknologi dan kolaborasi menjadi sangat penting," ujar Nezar.
Ia menjelaskan SATSPAM bekerja dengan menganalisis berbagai sinyal komunikasi secara waktu nyata (realtime) menggunakan AI untuk mengenali pola ancaman yang terus berubah. Sistem ini mencapai tingkat akurasi di atas 90 persen dan mencakup perlindungan terhadap SMS maupun panggilan suara, hal ini berbeda dari pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan daftar blokir statis.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Dicky Kartikoyono, menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem perlindungan konsumen keuangan nasional. Ia menegaskan penipuan digital tidak dapat ditangani satu sektor saja karena modusnya kerap berawal dari kanal komunikasi dan bermuara pada kerugian finansial masyarakat.
"OJK melalui Indonesia Anti-Scam Center akan terus mendorong sinergi ini. Guna memperkuat pencegahan, deteksi, dan respons terhadap penipuan digital," kata Dicky.
Director and Chief Legal and Regulatory Officer Indosat, Reski Damayanti, menyebut pengakuan London Business School membuktikan Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata sekaligus berkontribusi pada diskusi global keamanan digital. Ia mendorong model kolaborasi lintas sektor ini diperluas ke penyedia jasa keuangan, platform digital, dan aparat penegak hukum.
Penipuan digital menjadi ancaman yang terus berkembang di Indonesia seiring meningkatnya penetrasi internet dan transaksi keuangan digital. Kerugian akibat penipuan siber di Indonesia diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahun dan menyasar jutaan pengguna dari berbagai lapisan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....