Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Pasbar Gelar Pelatihan Aplikasi POPS
- 18 Jun 2026 08:15 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menggandeng Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta menggelar pelatihan Aplikasi Pusat Operasional Penurunan Stunting (POPS) di Aula Bapelitbangda Pasbar, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan langkah nyata mempercepat penurunan angka stunting berbasis data yang valid.
Pelatihan diikuti perangkat daerah serta Tim POPS dari Nagari Kapa dan Nagari Giri Maju yang ditetapkan sebagai lokasi proyek percontohan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola dalam mengelola data stunting secara lebih akurat dan terintegrasi.
Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pasbar, Ekadiana Oktavia membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan stunting masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan terukur berbasis data yang valid.
Ekadiana menyampaikan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024, prevalensi stunting di Pasbar tercatat sebesar 26,6 persen. Angka tersebut masih berada di atas target nasional yang ditetapkan sebesar 18 persen pada tahun 2026.
“Hambatan utama dalam percepatan penurunan stunting saat ini adalah kualitas pengelolaan data yang belum maksimal. Masih ditemukan data yang kurang akurat, tidak lengkap, keterlambatan pelaporan, serta belum terintegrasinya data antar sektor,” uucapnya.
Ia menjelaskan aplikasi POPS yang dikembangkan Tanoto Foundation bersama Yayasan Cipta hadir sebagai platform digital untuk mempermudah pengelolaan dan penyajian data stunting hingga tingkat nagari. “Data yang akurat dan terintegrasi menjadi dasar penting dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran, sehingga pelatihan ini diharapkan meningkatkan kemampuan perangkat nagari dan kader dalam mengelola data stunting,” ujarnya.
Sementara itu, National Program Coordinator Tanoto Foundation, Natasia mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem data stunting yang terintegrasi dan berkelanjutan. “Selama ini data stunting masih tersebar di berbagai sistem, sehingga diperlukan platform yang mudah diakses, akurat, valid, dan selalu diperbarui untuk mendukung pencegahan serta penurunan stunting hingga tingkat desa,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....