Gubernur Mahyeldi Dorong Solsel Gerakkan Pembangunan Ekonomi Daerah

  • 08 Mar 2026 04:33 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,7 persen tercapai pada 2026 dengan beberapa dorongan dari pemerintah pusat. Sejumlah rencana pengungkit pertumbuhan disusun dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan di kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Gubernur Mahyeldi mengatakan, strategi pertumbuhan ekonomi di Sumbar dibagi dalam empat kelompok. Tiga dari empat bagian ini bisa dilakukan di Kabupaten Solok Selatan.

"Ada hilirisasi agro industri dan magnet devisa," kata Mahyeldi," kata Mahyeldi dalam Rapat Koordinasi pemerintah provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan di Kantor Bupati Solok Selatan, Sabtu, 7 Maret 2026. "Solok Selatan kemarin sudah meresmikan pembangunan pabrik kepala sawit yang juga akan mendorong pertumbuhan."

Mahyeldi mengatakan, sumber pertumbuhan selanjutnya yakni transformasi pariwisata dan ekonomi hijau. Ia mengingatkan agar pemerintah kabupaten memastikan kebersihan, kesehatan, dan keamanan destinasi wisata agar lebih optimal.

"Sejarah suksesnya geotermal di Solok Selatan menjadi ikon sekaligus tempat studi daerah lain di Sumatera Barat yang juga memiliki potensi geotermal," ujarnya.

Potensi lainnya adalah akselerasi UMKM yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi 1-2 persen per tahun. Dari 11.535 UMKM di Solok Selatan bagaimana caranya UMKM bisa melakukan penjualan yang tinggi dengan biaya yang rendah, salah satunya dengan dorongan digitalisasi.

"Diharapkan dengan potensi yang ada di Solok Selatan bisa mendorong transaksi. Termasuk dengan bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki proyek di Solok Selatan," ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Bupati Solok Selatan, Khairunas menyampaikan sangat dibutuhkan dukungan dari provinsi untuk mendorong pembangunan di kabupaten. Terlebih dengan terus menipisnya dana transfer dari pusat ke daerah.

"Transfer daerah terus berkurang tentu kami butuh dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memajukan Solok Selatan. Ke depan, kami berharap koordinasi serupa ini antara pemerintah kabupaten dan provinsi bisa terus diintensifkan untuk terus mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Khairunas menambahkan, terdapat beberapa poin penting untuk mendorong laju pertumbuhan. Diantaranya, kerja sama bantuan biaya pendidikan untuk tingkat SMA/SMK yang akan dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi pendanaan.

Pada bidang infrastruktur, pemeliharaan sejumlah jalan provinsi juga dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat. Hal lainnya yang dibutuhkan adalah dukungan transportasi publik.

Dalam Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memaparkan sejumlah urusan mulai dari Kawasan Pemukiman dan Perhubungan , bidang pendidikan hingga kesehatan kepada Gubernur Sumbar.

Rekomendasi Berita