Sebanyak 393 Jemaah Umrah Perdana Berangkat dari Padang ke Madinah

  • 17 Jun 2026 16:54 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebuah babak baru dalam penyelenggaraan haji dan umrah Indonesia dimulai pada tahun 1448 Hijriah. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Arab Saudi membuka musim umrah ketika operasional haji masih berlangsung dan ribuan jemaah haji Indonesia masih berada di Tanah Suci.

Perubahan kebijakan ini mengakhiri pola lama yang selama bertahun-tahun menempatkan penyelenggaraan umrah baru dimulai setelah seluruh rangkaian operasional haji selesai. Kini, jemaah umrah sudah dapat diberangkatkan meskipun proses pemulangan jemaah haji masih berlangsung.

Di Sumatera Barat, sebanyak 393 jemaah umrah diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Selasa 16 Juni 2026 dini hari menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Mereka menjadi rombongan umrah perdana yang berangkat dari Padang pada musim umrah 1448 Hijriah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, menyebut keberangkatan jemaah umrah perdana ini sebagai momentum bersejarah, tidak hanya bagi Sumatera Barat tetapi juga bagi penyelenggaraan haji dan umrah Indonesia secara keseluruhan.

"Hari ini kita sama-sama melepas keberangkatan jemaah umrah perdana tahun 1448 Hijriah dari Padang. Yang istimewa, keberangkatan ini menggunakan pesawat haji yang akan menjemput jemaah haji Indonesia di Madinah," ujar Rifki.

Menurutnya, penggunaan pesawat penjemput jemaah haji untuk mengangkut jemaah umrah merupakan implementasi dari visi Kementerian Haji dan Umrah dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

"Pesawat yang akan menjemput jemaah haji itu langsung membawa jemaah umrah dari Indonesia. Jadi pesawat tidak berangkat dalam keadaan kosong. Ini sesuai dengan visi Kementerian Haji dan Umrah, yaitu membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang memberikan manfaat lebih luas," katanya.

Rifki menjelaskan, konsep ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak hanya berfokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga bagaimana seluruh proses operasional dapat memberikan nilai tambah ekonomi.

"Ekosistem ekonomi haji dan umrah itu maksudnya haji dan umrah memiliki dampak ekonomi yang dapat dirasakan. Jadi tidak hanya memberangkatkan jemaah, tetapi juga bagaimana setiap proses yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar," ujarnya.

Ia menilai, langkah tersebut menjadi terobosan baru dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. Sebab, selama puluhan tahun operasional haji berlangsung, pesawat yang berangkat untuk menjemput jemaah haji dari Arab Saudi umumnya terbang tanpa membawa penumpang.

"Selama ini pesawat penjemput jemaah haji berangkat kosong. Tentu itu belum termanfaatkan secara maksimal. Setelah puluhan tahun penyelenggaraan haji berlangsung, baru kali ini kita menyaksikan pesawat haji yang di-charter untuk operasional haji juga dimanfaatkan untuk membawa jemaah umrah," katanya.

Sementara itu, Manajer Station Garuda Indonesia Padang, Rusdi Saad, mengatakan sebanyak 393 jemaah umrah yang diberangkatkan dari Padang akan menempuh perjalanan menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang selanjutnya akan melayani pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi.

Rusdi berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci serta dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat. "Kita doakan seluruh jemaah diberikan kesehatan, perjalanan yang lancar, dapat melaksanakan ibadah umrah dengan baik, dan kembali ke Tanah Air dengan membawa umrah yang mabrur," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....