Kemenhaj Sumbar Maksimalkan Penyerahan Kartu Nusuk Melalui One Stop Service
- 28 Apr 2026 09:56 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memaksimalkan penyerahan kartu Nusuk melalui layanan one stop service di Asrama Haji Padang. Kartu Nusuk wajib dibawa sebagai bukti visa haji yang sah sekaligus akses berbagai layanan selama berada di Arab Saudi.
Penyerahan kartu Nusuk melalui layanan terpadu tersebut sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran penyelenggara ibadah haji 1447 Hijriah. Pasalnya, pada tahun sebelumnya kartu Nusuk baru dibagikan setelah jemaah tiba di Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan pembagian kartu Nusuk di Asrama Haji Padang berjalan baik berkat kesiapan petugas dan dukungan pihak syarikah. Menurutnya, koordinasi antarpihak membuat proses layanan menjadi lebih tertata dan lancar.
“Dengan kepiawaian seluruh petugas haji di layanan one stop service dan dipandu oleh syarikah, pembagian kartu Nusuk berjalan baik dan cepat, sehingga antrean tidak terlalu panjang,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026. Ia menilai pola pelayanan ini memberi kenyamanan lebih bagi calon jemaah haji.
Kartu Nusuk memuat data pribadi, foto, serta kode QR untuk verifikasi petugas. Dokumen tersebut juga berfungsi sebagai tiket masuk ke area ibadah seperti Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ia menjelaskan, proses pelayanan untuk satu kelompok terbang (kloter) berjumlah 393 jemaah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 2,5 jam. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi agar waktu layanan bisa semakin singkat.
“Target kami, durasi layanan bisa dipangkas menjadi sekitar dua jam per kloter, dengan estimasi satu menit dapat melayani dua jemaah,” kata Rifki. Upaya percepatan itu dilakukan agar seluruh tahapan keberangkatan berjalan lebih efektif.
Sebagai bagian dari optimalisasi layanan, sejumlah proses dilakukan dengan sistem jemput bola. Petugas langsung mendatangi jemaah, terutama lanjut usia, untuk memasangkan gelang, menyerahkan kartu identitas, hingga memberikan paspor di tempat duduk mereka.
Menurut Rifki, langkah tersebut penting karena jemaah kloter berikutnya berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Di antaranya Pasaman Barat, Dharmasraya, Solok Selatan, hingga Kepulauan Mentawai dengan waktu tempuh perjalanan mencapai tujuh jam menuju Asrama Haji Padang.
“Kami tidak ingin jemaah kelelahan saat menunggu layanan. Karena itu, proses harus terus dipercepat dan dibuat senyaman mungkin,” tambahnya. Pernyataan itu menegaskan komitmen penyelenggara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi calon tamu Allah.
Untuk mendukung optimalisasi layanan, Kemenhaj juga menyiapkan tata letak khusus dengan ruangan yang mampu menampung satu kloter sekaligus. Selain itu, jumlah petugas di setiap titik layanan turut ditambah agar proses berjalan lebih cepat dan efisien.
M. Rifki berharap layanan one stop service di Asrama Haji Padang dapat terus meningkat dari waktu ke waktu. Ia ingin seluruh jemaah haji memperoleh pelayanan cepat, nyaman, dan maksimal sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....