Komunitas Astronomi Sumbar Tumbuhkan Semangat Baru

  • 14 Sep 2025 09:28 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Komunitas Astronomi Sumatera Barat (Sumbar) hadir sejak 2021 sebagai ruang belajar dan berbagi bagi anak muda lintas latar belakang. Tidak hanya fokus pada pengamatan benda langit, komunitas ini juga menumbuhkan kebersamaan dan semangat berbagi ilmu pengetahuan.

Gagasan awal komunitas ini lahir dari Fauzan Adam, seorang lulusan sains atmosfer dan keplanetan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Ia melihat di Sumatera Barat belum ada wadah khusus bagi pecinta astronomi, sehingga lahirlah gagasan membentuk komunitas ini.

“Kebetulan di Sumbar belum ada komunitas yang konsen terhadap astronomi. Ya sudah, kita gagaslah komunitasnya,” ujar Fauzan

Seiring waktu, kegiatan komunitas berkembang semakin beragam. Dari pengamatan hilal rutin setiap bulan, belajar menggunakan teleskop, hingga diskusi sains populer bersama anggota yang datang dari berbagai disiplin ilmu.

Salah satu anggota, Nadia Yosvita, bergabung berkat ketertarikannya pada postingan media sosial komunitas. Berawal dari pengalaman melihat bulan melalui teleskop untuk pertama kalinya, ia pun terdorong untuk mendalami astronomi lebih jauh.

Selain menikmati pemandangan langit, anggota juga mendapat kesempatan praktik langsung. Mereka mencoba bongkar pasang teleskop, belajar menyeimbangkan alat, hingga memahami cara kerjanya secara detail.

Nadia mengaku butuh waktu hingga satu jam hanya untuk menyeimbangkan teleskop. Namun dari proses itu, ia memperoleh pengalaman baru yang membuatnya lebih paham dan semakin tertarik pada dunia astronomi.

“Buat nyeimbangin teleskop saja saya butuh waktu sejam. Tapi dari situ dapat ilmu baru, jadi enggak sekadar lihat bulan, tapi juga paham cara kerjanya,” tutur Nadia.

Kini, komunitas telah menghimpun lebih dari 30 relawan aktif. Mereka rutin mendukung kegiatan publik seperti pengamatan hilal bersama Kemenag, BMKG, dan lembaga dakwah di Sumatera Barat.

Pertemuan komunitas juga kerap digelar di masjid atau ruang terbuka di pesisir Padang. Suasana kebersamaan yang tercipta membuat belajar astronomi terasa menyenangkan dan penuh makna.

Lebih dari sekadar menatap langit, komunitas ini menjadi wadah untuk tumbuh bersama. Dari sini, ilmu pengetahuan berpadu dengan kebersamaan, menjadikan astronomi sebagai jembatan persahabatan sekaligus inspirasi bagi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....