Sentuhan Hangat Rumah Baca Darussunah Hidupkan Literasi Kepada Anak-Anak
- 14 Jun 2026 11:41 WIB
- Padang
Poin Utama
- Rumah Baca Darussunah didirikan sebagai solusi atas maraknya fenomena anak-anak yang kecanduan gawai dan melupakan buku cetak.
- Rumah Baca Darussunah sempat kekurangan buku anak karena awal donasi didominasi novel/buku pelajaran.
- Pengelola memicu minat baca dengan memberikan hadiah bagi anak yang aktif mengisi buku tamu.
RRI.CO.ID, Padang - Gawai sering kali membuat anak-anak mulai melupakan indahnya membaca buku cetak dalam kehidupan sehari-hari mereka. Menghadapi fenomena miris tersebut sosok Yezi Laputri mendirikan sebuah wadah literasi bernama Rumah Baca Darussunah sejak tahun 2019 di Kota Padang.
Taman bacaan ini berlokasi di Jalan Pinangsori 3 Nomor 2A Air Tawar Timur tepat di belakang gedung kampus STIKes. Pengelola sengaja memilih lokasi strategis tersebut demi menjangkau anak usia dini yang membutuhkan ruang belajar alternatif yang menyenangkan.
Kisah perjuangan ini terungkap dalam siaran program Obrolan Komunitas RRI Pro 1 Padang pada Sabtu, 13 Juni 2026. Sang pendiri menceritakan kisah suka duka membangun perpustakaan mandiri tanpa bantuan modal besar dari pihak manapun sejak awal.
Aktivitas literasi di dalam rumah baca tersebut baru bisa berjalan secara aktif dan konsisten memasuki pertengahan tahun 2024. Penyebab utamanya adalah masih minimnya pasokan buku anak karena mayoritas donasi awal justru didominasi novel serta buku pelajaran.
Masalah keterbatasan bahan bacaan berkualitas itu akhirnya mulai teratasi berkat adanya bantuan dari pihak Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Lembaga negara tersebut memberikan sumbangan berharga sebanyak 1000 eksemplar buku anak yang sangat menarik dan penuh dengan gambar.
Kini sekitar 60 anggota tetap yang didominasi anak usia TK dan SD aktif berkunjung untuk membaca setiap sore. Rumah baca ini beroperasi mulai hari Senin sampai Jumat tepat pada pukul 14.00 hingga pukul 17.00 sore WIB.
| Baca juga: Tiga Tips Sederhana Jadi Penyiar |
Perempuan inspiratif yang kini sedang menempuh studi S2 ini menerapkan sistem unik berupa pemberian hadiah menarik bagi pengunjung. Metode kreatif tersebut terbukti sangat ampuh memicu semangat kompetisi positif anak untuk rajin mengulas isi buku tamu perpustakaan.
Gerakan mulia ini bahkan sudah meluas hingga ke wilayah Payakumbuh melalui program peminjaman buku berkala untuk kegiatan mahasiswa. Terobosan tersebut dilakukan demi menyebarkan virus membaca ke berbagai pelosok daerah yang masih belum tersentuh fasilitas literasi memadai.
Dalam waktu dekat pihak pengelola berencana membuka kelas menulis kreatif khusus bagi anak sekolah dasar di Kota Padang. Program edukasi ini akan dilaksanakan secara tatap muka maupun daring demi menjangkau minat bakat generasi muda secara luas.
Kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah masih minimnya tenaga relawan untuk membantu mengelola operasional harian taman bacaan. Oleh karena itu seluruh masyarakat luas dipersilakan untuk langsung berkunjung ke Taman Baca Darussunnah jika ingin menyumbangkan buku atau bersedia menjadi pengurus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....