Rabo, Cara Nelayan Padang Menciptakan Rumah Ikan di Tengah Laut

  • 31 Agt 2026 08:26 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Nelayan Purus, Kota Padang, memiliki cara sederhana untuk membuat ikan berkumpul di tengah laut. Mereka memanfaatkan pelepah kelapa, dahan pohon dan bahan alami lainnya sebagai "Rabo " atau Rumpon.

Cara tersebut menjadi bagian dari pengetahuan nelayan Purus yang diwariskan secara turun-temurun. Berbeda dengan sebagian nelayan lainnya, mereka mengandalkan pancing untuk menangkap ikan.

Salah Seorang Nelayan Purus, Afrizal, mengatakan menangkap ikan dengan pancing telah menjadi kebiasaan nelayan setempat. “Nelayan di Purus ini dari turun-temurun memang menangkap ikan dengan pancing,” katanya.

Rabo atau Rumpon digunakan sebagai tempat berkumpulnya ikan. Menurut Afrizal, keberadaan Rumpon membuat sumber makanan ikan semakin banyak.

“Semakin banyak rumpon, makanan ikan juga semakin banyak,” ujar Afrizal. Kondisi tersebut membuat ikan berkumpul dan menjadi lokasi nelayan untuk memancing.

Salah satu jenis yang digunakan nelayan adalah Rumpon Tagak. Rumpon ini dibuat dari beberapa pelepah kelapa yang diikat dengan tali bagian pangkalnya dengan jarak sekitar 1 meter setiap pelepahnya dan diberi pemberat berupa karung berisi pasir.

Rumpon Tagak kemudian ditenggelamkan ke dasar laut dengan kedalaman sekitar 30 meter. Jumlah pelepah yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nelayan.

Bagi nelayan, banyaknya pelepah menjadi salah satu faktor yang menentukan keberadaan ikan di sekitar Rumpon. Pelepah tersebut menjadi tempat hidup organisme kecil yang kemudian menjadi sumber makanan bagi ikan.

Nelayan Purus Syafrizal (kiri) dan Afrizal (kanan) saat menjelaskan sejarah menggunakan Rabo atau Rumpon (Foto: RRI/Vebyan Syafitra)

Syafrizal, nelayan purus yang sudah mencari ikan sejak 30 tahun lalu menjelaskan, selain Rumpon Tagak, nelayan Purus juga mengenal Rumpun Lalok. Bahan yang digunakan berupa dahan pohon, ban bekas, dan karung berisi pasir sebagai pemberat.

Dahan-dahan tersebut diikat dengan ban hingga membentuk ruang menyerupai gua di dasar laut. Bentuk itu kemudian menjadi tempat ikan berkumpul sebelum nelayan menangkapnya dengan pancing.

Kedalaman pemasangan Rumpon juga tidak selalu sama. Syafrizal mengatakan perbedaan kedalaman dapat memengaruhi jenis ikan yang berkumpul.

“Tergantung kedalamannya. Kalau kedalaman berbeda, jenis ikannya juga berbeda,” ujarnya. Syafrizal menyebut kerapu dan kakap merah sebagai beberapa jenis ikan yang dapat ditemukan pada kedalaman tertentu.

Membuat Rumpon juga tidak membutuhkan biaya besar. Untuk Rumpon Tagak, pelepah kelapa dapat diperoleh dengan biaya sekitar dua ribu rupiah per pelepah, sedangkan kebutuhan tali bergantung pada ukurannya.

Bagi nelayan Purus, Rabo bukan sekadar tumpukan pelepah atau dahan yang ditenggelamkan ke laut. Rabo menjadi bagian dari cara mereka membaca laut dan mencari lokasi ikan.

Di tengah aktivitas melaut yang terus berubah, pengetahuan tersebut tetap dipertahankan nelayan Purus. Dari bahan sederhana yang tersedia di sekitar mereka, tercipta rumah ikan di dasar laut yang kemudian menjadi tempat nelayan menggantungkan hasil tangkapannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....