Jalan menuju Baitullah dari Ruang Donor Darah
- 22 Jul 2026 19:10 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Perjalanan menuju Tanah Suci ternyata bisa dimulai dari ruang donor darah. Itulah kisah yang dialami dua pendonor darah sukarela asal Kota Padang.
Setelah puluhan tahun rutin mendonorkan darah demi membantu sesama, kini keduanya mendapat penghargaan berupa perjalanan ibadah umrah. Mereka akan diberangkatkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat pada 9 Agustus 2026 mendatang.
Tak semua perjalanan menuju Tanah Suci diawali dengan menabung atau menunggu panggilan. Ada pula yang dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni dengan menyingsingkan lengan, mengulurkan tangan, lalu membiarkan setetes darah mengalir demi menyelamatkan kehidupan orang lain.
Perjalanan itulah yang kini dirasakan Dahlil pria berusia 56 tahun asal Kota Padang. Sejak tahun 1991, ia menjadikan donor darah sebagai bagian dari hidupnya.
Tanpa pernah menghitung balasan, ia terus datang setiap kali tiba jadwal donor. Hingga kini, jumlah darah yang telah didonorkannya mencapai 156 kali, termasuk melalui metode Apheresis.
“Donor darah bukan sekadar rutinitas. Saya yakin setiap tetes darah yang diberikan bisa menjadi harapan bagi orang lain yang sedang berjuang mempertahankan hidup,” katanya saat ditemui RRI Padang, usai Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Kota Padang masa bakti 2026-2031 di salah satu hotel berbintang di Jalan Bundo Kanduang, Rabu, 22 Juli 2026.
Tak pernah terlintas dalam pikiran Dahlil, kebiasaan berbagi darah itu akan mengantarkannya ke Tanah Suci. Dahlil mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan PMI Kota Padang bersama Pemko tersebut.
Namun baginya, hadiah tersebut bukanlah tujuan utama. Akan tetapi lebih penting adalah semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor darah.
"Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PMI yang telah memberikan reward berupa keberangkatan umrah. Harapannya teman-teman yang belum diberangkatkan juga bisa segera menyusul," ujarnya.
Kisah serupa juga datang dari Mukarramah Indra. Ia telah menjadi pendonor darah sejak tahun 1989. Selama hampir empat dekade, Mukarramah Indra tak pernah meninggalkan kebiasaan mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali.
Hingga kini, jumlah donor yang telah ia lakukan mencapai 155 kali. Bahkan, ia mengaku merasakan manfaat donor darah bagi kesehatannya.
"Saya rutin donor tiga bulan sekali sejak tahun 1989. Alhamdulillah badan malah tambah sehat. Dulu berat badan sekitar 54 kilogram, sekarang sudah 70 kilogram," ujarnya.
Mukarramah Indra menyadari, masih banyak pasien yang membutuhkan transfusi darah, sementara jumlah pendonor aktif di Kota Padang belum mencukupi kebutuhan. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang bersedia mengikuti jejak para pendonor sukarela.
"Kalau ada orang kecelakaan atau sakit tentu perlu darah. Di Padang yang membutuhkan darah banyak, sementara pendonornya masih terbatas. Mari kita donor darah untuk membantu sesama. Badan juga jadi sehat, segar," ajaknya.
Bagi Dahlil dan Mukarramah, perjalanan menuju Baitullah menjadi hadiah atas ketulusan yang telah mereka jalani selama puluhan tahun. Namun, keduanya sepakat kebahagiaan terbesar bukanlah kesempatan beribadah ke Tanah Suci, melainkan ketika mengetahui darah yang mereka sumbangkan dapat menjadi harapan bagi orang lain.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Padang masa bakti 2026-2031 Zulhardi Z Latif menjelaskan apresiasi dan penghargaan diberikan kepada pendonor sukarela yang telah menyumbangkan daerah lebih dari 130 kali. Total ada 17 pendonor yang diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Satu orang telah diberangkatkan. Enam lagi diberangkatkan pada 9 Agustus. Kemudian sisanya dijadwalkan pada 30 Agustus 2026 mendatang,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....