Bertahan di tengah Perubahan, Usaha Kuliner Beralih ke Marinasi Lele

  • 05 Okt 2026 14:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Perubahan kebutuhan konsumen mendorong pelaku usaha kuliner untuk terus mencari peluang baru agar bisnis tetap bertahan dan berkembang. Salah satunya dilakukan M. Irsyad, pemilik Dapur Rasya yang melakukan peralihan dari usaha jajanan menjadi budidaya sekaligus pengolahan ikan lele.

Usaha yang dirintis sejak 2017 tersebut awalnya dimulai dari berjualan takoyaki di kawasan Pantai Padang. Produk kemudian berkembang dengan menghadirkan sejumlah jajanan khas berbahan tepung pulut dan kolak pario yang dipasarkan secara langsung kepada masyarakat.

Pandemi COVID-19 menjadi salah satu masa paling sulit karena aktivitas masyarakat dan permintaan terhadap produk kuliner mengalami penurunan. “Waktu itu usaha kami juga ikut terdampak, produksi menjadi lebih sedikit, sehingga kami selingi dengan berjualan pakaian secara online,” ujar Irsyad, Senin, 5 Oktober 2026.

Setelah kondisi kembali normal, peluang baru mulai dikembangkan melalui budidaya lele pada akhir 2023. Bermula dari satu kolam dengan sekitar seribu bibit, permintaan yang meningkat membuat jumlah kolam terus bertambah hingga kini mencapai sembilan kolam.

Budidaya dilakukan dengan mengatur waktu pemeliharaan secara bertahap sehingga masa panen setiap kolam tidak bersamaan. Dari bibit hingga siap dipanen, lele membutuhkan waktu sekitar dua setengah hingga tiga bulan, sementara perawatannya dinilai relatif mudah karena ikan tersebut memiliki daya tahan yang cukup baik.

Hasil budidaya kemudian tidak hanya dijual dalam kondisi segar, tetapi juga dikembangkan menjadi produk lele marinasi sejak pertengahan 2025. “Kami melihat peluang, selain menjual lele basah, kenapa tidak mencoba membuat lele marinasi yang lebih praktis untuk konsumen,” katanya.

Pengembangan budidaya lele juga membuka peluang pasar yang lebih luas karena hasil panen mulai dimanfaatkan untuk pasokan kebutuhan program nasional. Dengan jumlah kolam saat ini, kapasitas produksi masih terbatas sehingga diperlukan sedikitnya 15 kolam untuk memenuhi kebutuhan pasokan, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha ke depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....