UNP Adakan Pelatihan Industri Keripik Pisang untuk Kelompok Tani Parit Malintang
- 08 Sep 2026 07:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang -Tim Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Program Pengabdian Masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP) membekali Kelompok Tani Pasa Balai, Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman dengan keterampilan diversifikasi produk olahan keripik pisang. Kegiatan pelatihan tentang standar operasional prosedur dan pelaporan bisnis keripik pisang dimaksud dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026. Pelatihan ini merupakan Program Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2026, yang rutin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program BIMA.
Program ini dirancang Tim Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial yang diketuai Dipo Caesario ST., MT., bersama dua anggota tim lainnya yaitu Anisa Yudita M.Pd., dan Beni Aulia M.Pd. Tim juga dibantu mahasiswa dari Program Studi Geografi, yakni Vivi Kurnia Putri dan Fathir Alfiano yang dimoderatori oleh Ilham Habib S.Si. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini berjalan didukung oleh Mitra Kelompok Tani Pasa Balai, Nagari Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman yang diketuai Ibu Ria Puspita Sari Nengsih (Ineng).

Dipo Caesario mengatakan, salah satu tujuan program ini adalah untuk mengembangkan keterampilan masyarakat tani dalam membuka peluang industri skala rumahan sebagai bentuk adaptasi pascabencana banjir yang merusak lahan pertanian. Kegiatan industri rumahan ini juga memanfaatkan teknologi secara kreatif dan produktif.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan standar operasional prosedur dalam industri olahan keripik pisang yang sesuai dengan standar industri skala rumahan. Program ini merupakan program intervensi teknikal dan ekonomikal melalui internalisasi filosofi industri kreatif yang bertujuan mendukung diversifikasi produk olahan pisang. “Selain penguatan aspek teknis, program juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan ekonomi dan bisnis, termasuk strategi pemasaran dan penentuan harga serta kuantitas produksi keripik,” ucap Dipo.

Pada sesi sosialisasi pelatihan, peserta pelatihan tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi langsung mencoba membuat olahan keripik menggunkan alat peniris minyak sederhana. Selain itu, peserta diberikan forum diskusi untuk mengeksplorasi ide kualitas keripik pisang yang ada di pasaran sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut yang cocok untuk produksi rumahan. Kemudian memilih produk diversifikasi lainnya, seperti bubuk pisang untuk olahan pelet ikan atau snack untuk bayi. Lalu ada pemanfaatan limbah kulit pisang untuk menjadi pupuk organik.
Sementara itu, Anggota Tim Pengabdian, Vivi Kurnia Putri mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar produksi rumahan dapat naik kelas dengan mampu menentukan jadwal produksi, harga jual, hingga memperkirakan keuntungan yang akan didapatkan (profit maximization). “Kami ingin keripik pisang memiliki potensi sebagai salah satu produk unggulan yang dapat dipasarkan di toko-toko dan koperasi yang menguntungkan,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan konsep ekonomi desa sebagai sistem pengelolaan dan pengembangan potensi lokal di perdesaan yang bertujuan untuk memandirikan serta menyejahterakan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Kemudian mendorong masyarakat yang lebih produktif.
Ibu Ineng sebagai mitra, mengaku senang adanya program ini. Potensi keripik pisangnya dapat terukur untung dan ruginya serta merasa dibantu dalam bentuk pengadaan alat produksi dan pengemasan yang lebih baik. “Kami dapat ilmu dan dibantu alat masak yang lebih baik, sehingga kami tidak menggunakan kayu bakar lagi,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....