Menjaga Cita Rasa Warisan Nenek Melalui Jajanan Tradisional Minangkabau
- 30 Jul 2026 10:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kuliner tradisional tidak sekadar menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan jejak sejarah, budaya, serta nilai keluarga yang diwariskan lintas generasi. Di tengah menjamurnya makanan modern, berbagai resep warisan tetap bertahan berkat kegigihan generasi penerus yang memilih menjaga keasliannya.
Semangat melestarikan warisan kuliner tersebut menjadi tekad Yulinda yang mengembangkan usaha Raska Cake and Cookies melalui beragam jajanan tradisional Minangkabau. Berbekal resep peninggalan sang nenek, ia berupaya menghadirkan kembali cita rasa lama agar tetap dikenal oleh masyarakat hingga generasi muda.
Saat menjadi narasumber dalam Program Pojok UMKM Pro 4 RRI Padang, Yulinda menceritakan neneknya, Zaleka, merupakan sosok yang dikenal sebagai pecinta sekaligus pencipta aneka jajanan tradisional sejak puluhan tahun silam. Salah satu kuliner yang paling membekas adalah Sarabi Tek Leka, sajian berciri khas kulit luar garing dengan bagian tengah yang tetap lembut dan lumer.
Menurutnya, keistimewaan Sarabi Tek Leka tidak hanya berasal dari komposisi bahan, melainkan juga teknik memasak yang masih mengandalkan kayu bakar. Cara tersebut menghasilkan aroma panggangan yang khas sekaligus membentuk tekstur renyah yang sulit diperoleh apabila menggunakan kompor gas.
Meski resep keluarga masih tersimpan dengan baik, Yulinda mengaku belum dapat menghadirkan kembali Sarabi Teka secara sempurna karena terkendala peralatan tradisional. Cetakan balango mini berbentuk cembung yang dahulu digunakan sang nenek hingga kini masih sulit ditemukan dengan kualitas yang sama.
Keinginan meneruskan usaha keluarga kembali tumbuh ketika pandemi COVID-19 melanda dan membuka peluang untuk memulai usaha rumahan. “ Saya coba menjual berbagai jajanan tradisional seperti kue talam, dadar gulung, bubur ketan, lapek sagu, hingga ketan sipuluik melalui media sosial kepada kerabat dan pelanggan,” kata Yulinda.
| Baca juga: Ornamen Tradisional dan Branding UMKM |
Penjualan yang awalnya hanya beberapa porsi setiap hari tidak membuat Yulinda menyerah untuk terus mengembangkan usahanya. Berkat ketekunan, doa, dan konsistensi menjaga kualitas rasa, jumlah pelanggan terus bertambah sehingga usahanya mampu membantu perekonomian keluarga.
"Usaha ini tidak boleh berhenti begitu saja karena nenek sudah merintisnya dengan penuh perjuangan. Saya ingin meneruskan warisan itu agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi berikutnya," ujar Yulinda.
Ia berharap suatu hari dapat menemukan kembali balango tradisional yang sesuai agar Sarabi Tek Leka warisan nenek Zaleka dapat dihidangkan dengan cita rasa dan tekstur yang benar-benar autentik. Bagi Yulinda, mempertahankan kuliner tradisional bukan sekadar menjaga resep, melainkan juga merawat warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....