BPS RI: Sumbar Miliki Potensi Ekonomi Besar dengan 715 Ribu Pelaku Usaha

  • 28 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyebut Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi ekonomi yang besar. Hal dimaksud disampaikannya saat pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Padang, Minggu, 28 Juni 2026.

“Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Sumbar sangat menarik, kawasan CFD dipenuhi dengan aktivitas ekonomi dengan sebagian besar adalah pelaku usaha UMKM. Dengan jumlah penduduk sekitar enam juta jiwa yang didominasi usia produktif, Sumbar memiliki modal kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi terutama di sektor UMKM,” kata Sonny.

Sonny mengungkapkan, berdasarkan data BPS terdapat sekitar 715 ribu unit usaha baik berskala besar maupun menengah dan kecil di Sumbar. Sebagian besar pusat aktivitas usaha terbesar berada di Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 708 ribu merupakan pelaku usaha berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini menandakan, penopang utama perekonomian di ranah minang merupakan sektor usaha skala kecil dan menengah,” ujarnya.

Sonny menyebut, data BPS juga mengunkapkan angka migrasi seumur hidup masyarakat Sumbar tergolong tinggi. Sekitar 17 dari setiap 100 penduduk yang lahir di Sumbar kini tinggal di luar daerah sebagai bagian dari diaspora Minangkabau.

Namun, di sisi lain, migrasi masuk ke Sumbar lebih besar dibandingkan migrasi keluar. "Hal ini menunjukkan Sumbar menjadi daerah tujuan migrasi. Artinya, daya tarik ekonomi Sumatera Barat cukup kuat," ujarnya.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat dinilai sudah berada pada kategori tinggi, bahkan sejumlah daerah seperti Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Padang Panjang telah mencapai tingkat yang setara dengan negara maju. Meski demikian, laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Tapi kita harus melihat dulu, pada tahun 2020 IPM Sumatera Barat 74,29. Sekarang, di 2025 kemarin angkanya sudah di 77,27. Jadi kalau dia di range 70-80, kategorinya adalah pembangunan manusianya sudah tinggi. Yang menarik lagi, di Sumatera Barat ada yang kategori pembangunan manusianya sudah sangat tinggi, bukan lagi tinggi, tapi sangat tinggi,” ujar Sonny.

Sonny menilai, kabupaten dan kota yang sudah setara negara maju dalam hal IPM, yakni Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, Pariaman, dan Solok. “Kalau sangat tinggi ini artinya setara dengan negara maju, ini juga ditunjang dengan data Kemiskinan Sumatera Barat yang relatif rendah, karena pada September 2025 persentase penduduk miskin di Sumatera Barat hanya sebesar 5,31 persen,” ujarnya.

Untuk menyukseskan pelaksanaan SE2026, BPS mengajak masyarakat mengingat slogan TIR, yakni Terima Petugas, Isi Data Benar, dan Rahasia Data Pasti Terjaga. BPS menegaskan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....