Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Fokus Tekan Ongkos Produksi Rendang

  • 19 Jun 2026 03:17 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong pengembangan industri rendang sebagai salah satu produk unggulan daerah yang memiliki potensi besar di pasar nasional maupun internasional. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta menekan ongkos produksi agar lebih kompetitif.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, mengatakan rendang merupakan produk yang sangat dekat dengan masyarakat Sumbar dan mudah ditemukan di berbagai daerah. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari kualitas hingga efisiensi biaya produksi.

“Pertama, kami melihat rendang ini di mana-mana di Sumatera Barat ada. Maka tentu kita meningkatkan kualitasnya, bagaimana pemasarannya, dan bagaimana ongkos produksinya bisa ditekan sehingga menjadi kompetitif dengan produk-produk lainnya,” kata Endrizal.

Menurutnya, salah satu target yang tengah disiapkan pemerintah adalah memperluas pasar rendang hingga ke sektor perjalanan ibadah haji dan umrah. Produk khas Minangkabau tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci.

“Harapan kita ke depan, bagaimana perjalanan haji dan umrah bisa diisi oleh para pengusaha rendang ini. Ini peluang pasar yang sangat besar bagi pelaku UMKM kita,” ujarnya, Kamis 18 Juni 2026.

Endrizal menjelaskan, pemerintah berupaya menekan ongkos produksi melalui peningkatan produktivitas. Saat ini biaya produksi rendang masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan berbagai langkah efisiensi agar harga jual lebih bersaing di pasaran.

“Misalnya satu kilogram produksi membutuhkan biaya sekitar Rp70 ribu. Bagaimana kita tekan menjadi Rp60 ribu sehingga daya saingnya meningkat. Salah satu caranya adalah pemerintah mendorong ketersediaan bahan baku, termasuk program sejuta kelapa yang didorong melalui Dinas Pertanian,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM juga mendorong pembentukan koperasi dan UMKM yang fokus menyediakan bahan baku rendang. Langkah tersebut dinilai penting mengingat rendang membutuhkan sekitar 23 jenis bahan baku yang sebagian harganya masih berfluktuasi di pasar. Dengan keterlibatan koperasi dalam penyediaan bahan baku, diharapkan biaya produksi dapat ditekan dan industri rendang Sumbar semakin berkembang serta mampu bersaing di berbagai pasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....