Kerajinan Tangan Kreatif Buatan Monika Menjadi Solusi Cuan Pasca Lulus.

  • 06 Mei 2026 19:38 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Quinsi Juliani Monika (lulusan baru) memanfaatkan tutorial TikTok asal Thailand untuk membangun bisnis kerajinan kawat bulu (pipe cleaner).
  • Meski rumah produksinya hanyut akibat banjir Padang pada November 2025, Monika berhasil bangkit dari hunian sementara.
  • Bertekad memperluas usaha guna menciptakan lapangan kerja baru bagi sesama lulusan muda dan warga sekitar.

RRI.CO.ID, Padang - Kisah inspiratif Quinsi Juliani Monika menjadi sorotan utama dalam program UMKM Bicara yang disiarkan RRI Pro 1 Padang pada Senin, 4 Mei 2026. Sosok perempuan muda yang baru saja lulus kuliah ini sukses menyulap hobi membuat kerajinan kawat bulu menjadi sumber penghasilan yang sangat menjanjikan.

Monika mengawali usaha kreatif dengan brand Queenora Craft, setelah melihat konten tutorial menarik dari negara Thailand melalui media sosial TikTok. Ia belajar secara mandiri hingga mampu menciptakan berbagai produk cantik seperti gantungan kunci lucu dan buket bunga indah.

Perjalanan bisnis ini sempat mengalami ujian berat ketika banjir besar melanda wilayah Kota Padang pada bulan November 2025. Bencana tersebut menghanyutkan rumah produksi serta merusak banyak stok bahan baku yang telah disiapkan untuk para pelanggan setianya.

Meskipun harus memulai kembali dari hunian sementara namun semangat juang Monika tidak pernah padam untuk membangun mimpinya lagi. Kegigihan tersebut akhirnya membawa Queenora Craft terpilih sebagai salah satu peserta terbaik dalam program Kelas Inkubasi Batch 1 yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang.

Awalia Rahmadani selaku pendamping UMKM menjelaskan bahwa dinas memberikan dukungan penuh melalui bantuan legalitas usaha bagi para pelaku. Fasilitas pendaftaran Nomor Induk Berusaha atau NIB diberikan secara gratis untuk mempermudah akses modal serta pemasaran secara luas.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Padang, terdapat 194 pelaku usaha di Kecamatan Pauh yang ikut terdampak musibah banjir tersebut. Verifikasi data bantuan modal usaha saat ini terus dilakukan oleh pemerintah kota guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat lokal.

Produk unik buatan Monika dijual dengan rentang harga sangat terjangkau mulai dari Rp3.000 hingga mencapai angka Rp35.000 saja. Berbagai variasi produk seperti bando elastis dan bunga pot cantik selalu menjadi incaran utama bagi para mahasiswa UNAND.

Strategi pemasaran saat ini masih berfokus pada penjualan luring di lokasi wisuda kampus serta melalui promosi digital aktif. Pelanggan dapat memesan produk secara kustom sesuai keinginan melalui akun media sosial Instagram resmi milik usaha Queenora Craft.

Monika berharap bisnis kreatif ini bisa terus berkembang pesat hingga mampu membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Pesan inspiratifnya adalah jangan pernah menyerah mencoba hal baru karena kesuksesan bisa datang dari mana saja asalkan tekun.

Kehadiran usaha lokal seperti Queenora Craft membuktikan bahwa kreativitas mampu menjadi pilar kekuatan ekonomi di tengah situasi sulit. Kisah sukses ini menjadi pengingat berharga bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan berani mengambil peluang bisnis menjanjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....