Amai Setia Koto Gadang Jadi Pelopor UMKM Berbasis Warisan Budaya di Agam
- 04 Jun 2026 04:32 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Rumah Amai Setia di Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, terus mempertahankan perannya sebagai pelopor pengembangan keterampilan dan kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis warisan budaya. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kabupaten Agam, Endrimelson, mengatakan keberadaan Amai Setia tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan perempuan yang dipelopori Rohana Kudus melalui pendirian sekolah keterampilan perempuan pertama di Sumatera pada 1911.
“Semangat yang dibangun Rohana Kudus masih terus hidup hingga saat ini. Amai Setia tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya UMKM berbasis keterampilan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Endrimelson saat mendampingi tamu Pemerintah Kabupaten Agam di Rumah Amai Setia, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Amai Setia saat ini telah mengembangkan empat klaster unggulan UMKM, yakni tenun dan sulaman khas Koto Gadang, kerajinan perak, produk olahan pangan, serta produk ecoprint. Beragam produk dihasilkan dari pengembangan usaha tersebut, mulai dari selendang, pakaian siap pakai, pouch, miniatur rumah gadang, cincin, bros, kerupuk sanjai balado, rendang belut, kopi robusta Koto Gadang, hingga kain dan mukena ecoprint.
Menurutnya, Rumah Amai Setia kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi pusat pelatihan, galeri produk, serta inkubator UMKM yang berbasis pada pelestarian budaya lokal. “Rumah Amai Setia telah berkembang menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan usaha yang mendorong lahirnya pelaku UMKM baru berbasis kearifan lokal,” kata Endrimelson.
Endrimelson menambahkan, pengembangan UMKM di Amai Setia dilakukan melalui berbagai strategi, di antaranya peningkatan keterampilan perempuan melalui pelatihan menjahit, bordir, dan menyulam, inovasi desain produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar, serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Ia menilai keberhasilan Amai Setia menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami melihat Amai Setia sebagai model pengembangan UMKM yang mampu menggabungkan pelestarian budaya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini akan terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Agam,” katanya.
Selain menjadi pusat pengembangan UMKM, Rumah Amai Setia juga menjadi salah satu destinasi edukasi budaya yang kerap dikunjungi wisatawan, pelajar, dan peneliti. Melalui berbagai aktivitas pelatihan dan pameran produk, pengunjung dapat mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Rohana Kudus serta proses pembuatan berbagai kerajinan khas Koto Gadang yang telah menjadi identitas budaya masyarakat setempat selama lebih dari satu abad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....