Gawes, Jalan Baru Hendra setelah 22 Tahun Jadi Perajin

  • 15 Apr 2026 16:48 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Saat ini sandal dan sepatu masih menjadi bagian dari fashion yang digemari berbagai kalangan. Fungsinya bukan lagi sekadar alas kaki, tetapi juga menjadi penunjang penampilan dengan beragam model yang terus berkembang.

Di tengah pesatnya produksi berbasis pabrik, kerajinan alas kaki handmade tetap memiliki tempat tersendiri di hati konsumen. Produk buatan tangan justru menawarkan nilai keunikan yang tidak selalu ditemukan pada produksi massal.

Gawes menjadi salah satu merek sandal dan sepatu handmade yang baru hadir pada awal 2026. Usaha ini dirintis oleh Hendra Yuke, seorang perajin yang telah lama berkecimpung di bidang alas kaki.

Dalam perbincangan di program Rang Mudo Kreatif Pro 2 Padang, Hendra membagikan kisah awal perjalanan usahanya. Dunia kerajinan sandal dan sepatu bukan hal baru baginya karena telah ia tekuni sejak lama.

Ketertarikannya bermula dari usaha milik sang kakek yang juga bergerak di bidang sandal dan sepatu. Dari sana, Hendra mulai belajar membuat sepatu sejak masih duduk di bangku sekolah dengan arahan para karyawan usaha keluarga.

Sejak 2004, Hendra terus menekuni profesi sebagai perajin sandal dan sepatu. Pengalaman panjang itu kemudian membawanya pada keputusan untuk mendirikan usaha sendiri bernama Gawes.

Karena masih tergolong baru, Gawes belum banyak dikenal masyarakat luas. Meski begitu, Hendra optimistis usahanya dapat berkembang seiring meningkatnya minat terhadap produk handmade.

Saat ini seluruh proses produksi masih dikerjakan sendiri oleh Hendra tanpa bantuan pegawai. Mulai dari pemilihan bahan, penentuan konsep, hingga tahap produksi dilakukan secara mandiri.

Untuk bahan, Gawes menggunakan beberapa pilihan sesuai kebutuhan produk. Sebagian sandal dibuat dari kulit sapi asli, sementara model lainnya menggunakan bahan kulit sintetis.

Sejumlah model sandal saat ini telah diproduksi sebagai sampel atau contoh bagi calon pembeli. Jika ada pesanan, Hendra akan membuat produk baru yang disesuaikan dengan ukuran kaki pelanggan.

Dari sisi harga, produk Gawes dibanderol dengan rentang yang cukup terjangkau. Harga sandal dan sepatu berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung bahan serta konsep yang diinginkan pelanggan.

Hendra mengakui usahanya masih berjalan dengan modal sederhana dan masih berstatus industri rumahan. Karena baru memasuki bulan keempat, ia masih terus melakukan berbagai pengembangan untuk memperkuat usahanya.

Selain fokus pada produksi, Hendra juga mulai mengurus legalitas merek usahanya. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan dinas UMKM untuk mematenkan nama Gawes.

Ke depan, Hendra berharap ada dukungan berupa pemberdayaan maupun pelatihan yang sesuai dengan industri alas kaki. Menurutnya, hal tersebut penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus daya saing usaha.

Saat ini lokasi Gawes sudah dapat ditemukan melalui Google Maps. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut atau melakukan pemesanan bisa melihat nomor yang juga tertera di google.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....