Kinerja APBN Sumbar Tumbuh Positif, Mengeliat di tengah Tantangan Inflasi
- 31 Jul 2026 17:26 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kinerja fiskal dan perekonomian regional Sumatera Barat hingga 30 Juni 2026 menunjukkan performa yang solid dan selaras dengan target APBN 2026. Di tengah dinamika global, perekonomian Ranah Minang pada Triwulan I-2026 tumbuh positif sebesar 5,02% (yoy), didorong lonjakan sektor akomodasi, makan-minum, serta jasa keuangan.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Barat, Mohammad Dody Fachrudin pada konferensi pers, Jumat, 31 Juli 2026. Kendati demikian, tantangan inflasi menurutnya tetap perlu diwaspadai.
Data yang ada menunjukkan, pada Juni 2026, inflasi tahunan Sumatera Barat tercatat di angka 4,7% (yoy) dan inflasi bulanan sebesar 0,50% (m-to-m), keduanya berada di atas rata-rata nasional.
Total Pendapatan Negara di wilayah Sumatera Barat hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp4,93 triliun atau 50,89% dari target APBN 2026, mencatatkan pertumbuhan positif 19,29% (yoy).
Penerimaan Perpajakan: Mendominasi dengan porsi 79,4% atau Rp3,92 triliun. Pajak dalam negeri neto mencapai Rp2,26 triliun (tumbuh 7,73% yoy), disumbang utama oleh sektor administrasi pemerintahan, perdagangan, serta aktivitas keuangan dan asuransi. Sementara itu, perpajakan luar negeri melesat hingga Rp1,65 triliun (122,03% dari target), didorong kuat oleh Bea Keluar.
PNBP: Tercatat Rp1,01 triliun (52,25% dari target), dengan kenaikan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar 17,92% (yoy) menjadi motor penggerak utama senilai Rp772,79 miliar.
Realisasi Belanja Negara hingga semester I-2026 telah terserap Rp18,22 triliun atau 50,95% dari pagu, tumbuh 22,38% (yoy).
Belanja Pemerintah Pusat: Terealisasi Rp6,02 triliun (37,37% dari pagu), tumbuh 35,89% (yoy). Komponen ini didominasi Belanja Pegawai sebesar Rp3,65 triliun, diikuti Belanja Barang (Rp1,75 triliun) dan Belanja Modal (Rp635,10 miliar).
Transfer ke Daerah (TKD): Disalurkan senilai Rp12,19 triliun (62,11% dari pagu), naik 16,65% (yoy). Penyaluran ini didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp9,20 triliun, Dana Bagi Hasil (DBH) yang melonjak 111,47% (yoy) menjadi Rp552,25 miliar, DAK Nonfisik (didominasi TPG) sebesar Rp2,16 triliun, DAK Fisik Rp1,07 miliar, serta Dana Desa sebesar Rp275,82 miliar.
Baca juga: Perbankan Syariah di Sumbar Kian Tumbuh
Dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) konsolidasian 20 Pemda di Sumatera Barat hingga Juni 2026 mencatat data sebagai berikut:
Pendapatan Daerah: Tercatat Rp12,75 triliun (47,63% dari target), tumbuh 22,46% (yoy) yang ditopang oleh kenaikan Dana Transfer (naik 25,53% yoy) dengan kontribusi mencapai 78,69%.
Belanja Daerah: Terealisasi Rp10,15 triliun (36,47% dari pagu), naik 8,28% (yoy) akibat peningkatan Belanja Operasi sebesar 13,02% (yoy).
Untuk itu jelas Dody, kebijakan fiskal daerah tahun ini difokuskan penuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, dengan prioritas pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta pemberdayaan ekonomi rakyat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....